Selena Gomez Kena Lupus, Kenapa Penyakit ini Banyak Diderita Wanita?

Selena Gomez Kena Lupus, Kenapa Penyakit ini Banyak Diderita Wanita?
Obsessionnews.com - Penyanyi Selena Gomez baru saja menjalani transplantasi ginjal karena penyakit lupus yang dideritanya. Adalah sahabatnya aktris Francia Raisa yang menjadi pendonor ginjal. Lewat akun Instagramnya, penyanyi berusia 25 tahun yang dalam beberapa tahun terakhir berjuang melawan penyakit Lupus itu mengungkapkan momen pengobatan medis yang dijalaninya. "Jadi ternyata saya perlu menjalani transplantasi ginjal karena penyakit lupus, dan sekarang saya dalam masa pemulihan," tulisnya. Berbicara lupus, mengapa penyakit ini lebih banyak diderita oleh perempuan? Mengutip situs resource.lupus.org, beberapa peneliti melihat hormon estrogen memiliki keterkaitan dengan lupus karenanya wanita lebih banyak terserang penyakit ini ketimbang pria. Kebanyakan wanita memiliki gejala lupus pada saat sebelum menstruasi atau saat hamil ketika produksi hormon estrogen meninggi. Namun begitu, tidak atau belum ada hubungan sebab akibat yang telah terbukti antara estrogen dan hormon lainnya dengan lupus. Sementara untuk gen, meski berperan, faktor genetik pada keluarga belum terbukti secara langsung dapat menyebabkan lupus. Dari keseluruhan kasus hanya 5-6 persen yang diturunkan. Dalam beberapa kasus, seorang ibu yang menderita lupus memiliki kemungkinan anaknya akan terkena lupus meskipun kecil. Faktor gen lebih terkait dengan epidemologi, seperti orang Asia yang memiliki kemungkinan 2 kali lebih rentan terkena lupus dibandingkan orang Eropa. Sedangkan pada faktor lingkungan yang bisa memicu virus adalah sinar ultraviolet, infeksi dan paparan debu silika. Debu silika biasanya dijumpai pada pekerjaan tambang logam, batu dan granit. Sebagian besar penderita lupus terserang penyakit ini di rentang usia 15-44 tahun walaupun tidak menutup kemungkinan bayi dan lanjut usia (lansia) juga bisa terserang lupus. Lupus belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, dan meminimalisir dampaknya pada penderita lupus. Gejala umum pengidap lupus antara lain kelelahan, pegal linu, sendi terasa sakit dan bengkak, sakit kepala, sering sariawan, terdapat bintik merah di wajah, dan badan seperti terserang demam. Meski begitu, gejala bisa berbeda dari satu penderita dengan penderita yang lain. Gejala juga bisa bersifat akut atau menahun yang hilang dan timbul diselingi masa sembuh sementara. Apa yang menyebabkan seseorang menderita lupus belum memiliki penjelasan yang pasti. Beberapa ahli berpendapat lupus bisa disebabkan oleh 3 faktor antara lain hormon, genetik dan lingkungan Seperti menggunakan obat ant inflamsi nonsteroid yakni obat yang memberikan efek anlgesik atau pereda nyeri. Kemoterapi juga bisa dilakukan bagi penderita lupus. Kemoterapi yang dilakukan penderita lupus berbeda dengan kemoterapi bagi penderita kanker. Jumlah pemberian kemoterapi untuk pengidap lupus tidak sebanyak yang diberikan kepada pengidap kanker. Berita tentang lupus itu menjadi trending topic di mesin Google sejak kemarin, Jumat (15/9/2017) hingga Sabtu (16/9). Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Sabtu (16/9) hingga pukul 08.25 WIB, berita tersebut dicari lebih dari 20.000 kali. (Albar)