Marbot Masjid Lulus Cum Laude

Komitmen dan keseriusan untuk memberikan hal yang terbaik dan bermanfaat membawa Diar Budi Utama menjadi lulusan terbaik pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Pria Kelahiran Tasikmalaya 28 Oktober 1994 dari pasangan Maman Ruhaendi dan Apong Sumarni tercatat sebagai alumni dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsoed Angkatan 2013. Dalam kegiatan kesehariannya banyak dihabiskan dilingkungan masjid, hal ini karena Diar sebagai Ketua Angkatan Mahasiswa Administrasi Negara FISIP Unsoed angakatan 2013 tinggal di Masjid Al Fattaah Perumahan Sumampir Purwokerto Utarta, Jawa Tengah beserta empat sahabatnya yakni Epri Riyadi, Chamid Sutikno, Dhimas Andhika, dan Umar Abdurrahman. [caption id="attachment_209308" align="aligncenter" width="473"]
Diar Budi Utama,S.Sos. di depan Masjid Al-Fattaah[/caption] Sejak awal, Diar termotivasi oleh keluarganya untuk terus hidup dilingkungan sekitar masjid, karena hal ini akan memeberikan dampak yang positif pada kehidupan dunia dan akhiratnya. Selama tinggal di masjid, Diar merasakan hal yang berbeda dibanding lingkungan lainnya, karena disamping masjid sebagai tempat beribadah dan belajar ilmu agama, Masjid pun menjadi sarana pengembangan diri dan membentuk karakter serta tempat untuk berinteraksi sosial dengan jamaah lainnya. Diar menyadari untuk menjadi masyarakat yang baik, perlu adanya bimbingan dan pendampingan dari orang tua, maka hal ini masjid menjadi sarana untuk kita belajar bersosial dan responsif terhadap keadaan sosial. “A nitip jagi Allah, jagi bumi Allah, InsyaAllah urang sadaya bakal dijagi Allah, kade omat nitip oge bantu nu butuh talang nu keur susah, mugia jadi pemimpin nu amanah, dipikanyah ku masyarakat, nitip tetep kudu handap asor”. Begitulah pesan orang tua kepada Diar yang terus diingat ketika kita menjaga Allah dengan ketaqwaan dan ketaatan niscaya Allah akan menjaga kita serta pesan moral yang disampaikan orang tuanya untuk membantu sesama dalam keadan lapang maupun sempit sekalipun. Dengan keyakinan yang kuat kepada Allah, Diar percaya setiap kesulitan pasti ada kemudahan serta jalan keluar yang terbaik jika kita yakin terus dijaga dan diawasi Allah dan sebagai pengurus masjid menjadi tugas mulia untuk taat kepada Allah dan peka terhadap kehidupan bersosial dengan masyarakat. [caption id="attachment_209311" align="aligncenter" width="640"]
Wisuda Unsoed hari ini Selasa 12 September 2017[/caption] Hal ini menurut Diar, hidup akan menjadi terarah, tertata dan berhasil serta bermanfat, sehingga setiap kegiatan harian Diar mengagendakan waktunya dalam buku kecil untuk mengejar targetan setiap harinya. Butuh target dan strategi untuk mencapai apa yang diinginkan, maka komitmen yang kuat, sikap yang tegas, kerja keras dibarengi dengan doa dan tawakal kepada Allah serta jangan menyerah untuk hal yang bermanfaat. Tekad yang kuat dan keseriusan untuk belajar telah tertanam oleh Diar sejak masuk bangku perkuliahan. Terlihat prestasi tiap tahunnya telah dicapai, sehingga tercatat sebagai lulusan terbaik pertama FISIP Unsoed Periode September 2017 dengan predikat cumlaude dari 34 lulusan terbaik dengan predikat cumlaude FISIP Unsoed lainnya dan 179 wisudawan FISIP Unsoed. Pada acara yudisum dan pembekalan wisudawan FISIP Unsoed yang ke 97, Diar berkesempatan mewakili 179 wisudawan FISIP Unsoed untuk memberikan sambutan. Dia mengatakan, “Rasa syukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Fisip Unsoed merupakan salah satu keberhasilan dalam menuntut ilmu, kita menyadari terlahir dari kampus dengan nama besar Jenderal Soedirman yang perlu kita contoh nilai-nilai luhur beliau sikap gigih, jujur, dan pantang menyerah yang harus ditanamkan pada kehidupan sehari-hari, sehingga disamping sebagai lulusan dengan kompetensi akademik yang baik kita juga memiliki nilai akhlak mulia yang dicontohkan Panglima Besar Jenderal Soedirman”. [caption id="attachment_209313" align="aligncenter" width="640"]
Wisuda Unsoed hari ini Selasa 12 September 2017[/caption] Selama aktif sebagai mahasiswa, Diar tercatat sebagai penerima beasiswa PPA dari Kemenristek Dikti dari awal semester hingga lulus. Disamping itu prestasi yang pernah diraih diantaraya: Finalis Mahasiswa Berprestasi FISIP Unsoed 2016, Co Trainer Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Co Trainer Pengembagangan Karakter Kepribadian Mahasiswa (PKKM). Peraih award Unsoed penelitian terbaik dengan tim HMJ AN dengan tema “Reformasi Birokrasi”, Delegasi terbaik dalam kegiatan Temu Administrator Muda Indonesia 2016 yang dihadiri oleh Wakil Presiden H. Jusuf Kalla. Tugas menjadi pengurus masjid tidak menjadi penghalang untuk Diar mengembangkan potensi dan kerjasama tim, pria yang hobi olahraga ini aktif dalam beberapa organisasi dikampus, diantaranya: Unit Kegiatan Mahasiswa UKI FISIP, HMJ AN FISIP, UKKI Unsoed, UKM Bola Voli Fakultas dan Universitas serta pengurus paguyuban Keluarga Mahasiswa Tasikmalaya (KMT). Marbot Masjid oleh banyak kalangan diartikan sebagai penjaga masjid atau seseorang yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan masjid dan juga sekaligus menjadi penanggungjawab segala ritual ibadah di masjid seperti adzan lima waktu, menjadi imam cadangan, dan juga khatib cadangan. Belum lagi tugas tugas teknis lainnnya seperti bertanggungjawab atas kebersihan dan kerapian masjid. Tugas Marbot ini sungguh begitu berat karena harus stand by 24 jam mengurusi segala kegiatan di masjid. (Red)
Diar Budi Utama,S.Sos. di depan Masjid Al-Fattaah[/caption] Sejak awal, Diar termotivasi oleh keluarganya untuk terus hidup dilingkungan sekitar masjid, karena hal ini akan memeberikan dampak yang positif pada kehidupan dunia dan akhiratnya. Selama tinggal di masjid, Diar merasakan hal yang berbeda dibanding lingkungan lainnya, karena disamping masjid sebagai tempat beribadah dan belajar ilmu agama, Masjid pun menjadi sarana pengembangan diri dan membentuk karakter serta tempat untuk berinteraksi sosial dengan jamaah lainnya. Diar menyadari untuk menjadi masyarakat yang baik, perlu adanya bimbingan dan pendampingan dari orang tua, maka hal ini masjid menjadi sarana untuk kita belajar bersosial dan responsif terhadap keadaan sosial. “A nitip jagi Allah, jagi bumi Allah, InsyaAllah urang sadaya bakal dijagi Allah, kade omat nitip oge bantu nu butuh talang nu keur susah, mugia jadi pemimpin nu amanah, dipikanyah ku masyarakat, nitip tetep kudu handap asor”. Begitulah pesan orang tua kepada Diar yang terus diingat ketika kita menjaga Allah dengan ketaqwaan dan ketaatan niscaya Allah akan menjaga kita serta pesan moral yang disampaikan orang tuanya untuk membantu sesama dalam keadan lapang maupun sempit sekalipun. Dengan keyakinan yang kuat kepada Allah, Diar percaya setiap kesulitan pasti ada kemudahan serta jalan keluar yang terbaik jika kita yakin terus dijaga dan diawasi Allah dan sebagai pengurus masjid menjadi tugas mulia untuk taat kepada Allah dan peka terhadap kehidupan bersosial dengan masyarakat. [caption id="attachment_209311" align="aligncenter" width="640"]
Wisuda Unsoed hari ini Selasa 12 September 2017[/caption] Hal ini menurut Diar, hidup akan menjadi terarah, tertata dan berhasil serta bermanfat, sehingga setiap kegiatan harian Diar mengagendakan waktunya dalam buku kecil untuk mengejar targetan setiap harinya. Butuh target dan strategi untuk mencapai apa yang diinginkan, maka komitmen yang kuat, sikap yang tegas, kerja keras dibarengi dengan doa dan tawakal kepada Allah serta jangan menyerah untuk hal yang bermanfaat. Tekad yang kuat dan keseriusan untuk belajar telah tertanam oleh Diar sejak masuk bangku perkuliahan. Terlihat prestasi tiap tahunnya telah dicapai, sehingga tercatat sebagai lulusan terbaik pertama FISIP Unsoed Periode September 2017 dengan predikat cumlaude dari 34 lulusan terbaik dengan predikat cumlaude FISIP Unsoed lainnya dan 179 wisudawan FISIP Unsoed. Pada acara yudisum dan pembekalan wisudawan FISIP Unsoed yang ke 97, Diar berkesempatan mewakili 179 wisudawan FISIP Unsoed untuk memberikan sambutan. Dia mengatakan, “Rasa syukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Fisip Unsoed merupakan salah satu keberhasilan dalam menuntut ilmu, kita menyadari terlahir dari kampus dengan nama besar Jenderal Soedirman yang perlu kita contoh nilai-nilai luhur beliau sikap gigih, jujur, dan pantang menyerah yang harus ditanamkan pada kehidupan sehari-hari, sehingga disamping sebagai lulusan dengan kompetensi akademik yang baik kita juga memiliki nilai akhlak mulia yang dicontohkan Panglima Besar Jenderal Soedirman”. [caption id="attachment_209313" align="aligncenter" width="640"]
Wisuda Unsoed hari ini Selasa 12 September 2017[/caption] Selama aktif sebagai mahasiswa, Diar tercatat sebagai penerima beasiswa PPA dari Kemenristek Dikti dari awal semester hingga lulus. Disamping itu prestasi yang pernah diraih diantaraya: Finalis Mahasiswa Berprestasi FISIP Unsoed 2016, Co Trainer Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Co Trainer Pengembagangan Karakter Kepribadian Mahasiswa (PKKM). Peraih award Unsoed penelitian terbaik dengan tim HMJ AN dengan tema “Reformasi Birokrasi”, Delegasi terbaik dalam kegiatan Temu Administrator Muda Indonesia 2016 yang dihadiri oleh Wakil Presiden H. Jusuf Kalla. Tugas menjadi pengurus masjid tidak menjadi penghalang untuk Diar mengembangkan potensi dan kerjasama tim, pria yang hobi olahraga ini aktif dalam beberapa organisasi dikampus, diantaranya: Unit Kegiatan Mahasiswa UKI FISIP, HMJ AN FISIP, UKKI Unsoed, UKM Bola Voli Fakultas dan Universitas serta pengurus paguyuban Keluarga Mahasiswa Tasikmalaya (KMT). Marbot Masjid oleh banyak kalangan diartikan sebagai penjaga masjid atau seseorang yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan masjid dan juga sekaligus menjadi penanggungjawab segala ritual ibadah di masjid seperti adzan lima waktu, menjadi imam cadangan, dan juga khatib cadangan. Belum lagi tugas tugas teknis lainnnya seperti bertanggungjawab atas kebersihan dan kerapian masjid. Tugas Marbot ini sungguh begitu berat karena harus stand by 24 jam mengurusi segala kegiatan di masjid. (Red) 




























