Kenapa Taat Allah?

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah Pernah nggak kita mikir, apa sih bedanya Muslim dengan yang bukan Muslim? Ya harusnya semuanya beda, baik perbuatan, perasaan, apalagi keyakinannya. Sebab keyakinan itu yang membentuk pola pikir dan pola sikap, orang yang beda keyakinan, mesti beda pola pikir dan pola sikapnya. Begitu teorinya sih. Nah, keyakinan mendasar ini dikenal dengan nama akidah kalau di Islam. Akidah atau iman, itu yang mendasari semua hal yang dirasakan dan diperbuat Muslim. Misal, mengapa Muslim nggak makan babi? Ya, karena Allah melarang. Lho kenapa taat Allah? Ya, karena Dia Tuhan. Lho, tau dari mana Dia Tuhan? Ya, ada buktinya. Apa buktinya? Salah satunya adalah surah Al-Baqarah 23. Di situ ditantang semua manusia yang meragukan Al-Quran, agar mendatangkan satu surah saja semisalnya. Lha, sampai sekarang, belum ada yang bisa, itu artinya Al-Quran lebih superior dari semua manusia, mukjizat. Artinya Al-Quran itu kitab suci yang benar, punya bukti. Maka apapun yang dikatakan dalam Al-Quran itu bisa dipercaya, sebab sudah terbukti, logis? Termasuk saat Al-Quran terangkan nama Tuhan itu Allah, Muhammad itu Nabi. Nah itu namanya akidah, atau iman. Kita meyakini sesuatu berdasar bukti dan argumen, hingga saat kita taat, kita punya alasan, bukan hanya keyakinan tanpa bukti. Artinya kalau akidah kita sudah 'jadi', kita bakal taat syariat Allah, apapun itu. Sebab kita sudah buktiin, bahwa ini pasti bener. Kalau kita mangkel? Akidah kita belum 'jadi'. Jadi sekarang kita jadi bisa paham, kenapa sih ada yang Muslim tapi jauh dari taat, karena dia belum konek, "kenapa aku mesti taat?". Akidahnya mesti dioprek lagi. Nah, kalau sudah beriman, ada banyak cara, ada banyak pilihan untuk taat, asalkan punya dalil dan masih berada dalam koridor syariat yang sudah ditentukan Allah dan Rasul. Dan ini ekspresi ketaatan saya, terkadang pakai peci, terkadang nggak. Hari ini batikan, besok kaosan, yang penting syar'i. Nah, pahami dulu akidah, yang lain mudah ??





























