Kampanye Batik Melalui Tjanting Run

Kampanye Batik Melalui Tjanting Run
Jakarta – Pemerhati dan pecinta batik yang tergabung dalam Yayasan Tjanting Batik Nusantara kembali menggelar lomba lari Tjanting Run sebagai bagian dari kegiatan Tjanting Funday. Gelaran Tjanting Funday ini merupakan kegiatan dalam rangka hari batik nasional yang kedua kalinya diselenggarakan sejak tahun 2016 . Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat luas, terutama generasi muda, untuk senantiasa menghargai warisan budaya negeri, khususnya batik. Tema Tjanting Funday tahun ini adalah Batik Cirebon. Tema ini dipilih dengan pertimbangan awal dari Jalur batik. “Tahun lalu acara ini mendapat sambutan meriah dari para pelari dan kalangan masyarakat lainnya, membuat kami optimistis untuk kembali menggelarnya di tahun ini,” ujar Erna Laksmana, Ketua Panitia Tjanting Funday beberapa waktu lalu. Tjanting Funday tahun ini akan digelar pada 21 – 22 September 2017 yang dilanjutkan kemudian dengan Tjanting Run pada 24 September 2017, sekitar sepekan sebelum Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016. Sejumlah kegiatan seru yang akan digelar pada Tjanting Funday adalah bazaar, talkshow, workshop dan fashion show. Menariknya lagi pengrajin batik dari Cirebon juga didatangkan. “Ini merupakan sinergi antara tim Tjanting Funday dengan Universitas Pekalongan dalam upaya melestarikan batik Nusantara,” imbuh Erna. [caption id="attachment_208574" align="aligncenter" width="481"] tjanting fundaydonasi SEPATU[/caption] Untuk merespon minat pelari;maka tahun ini Tjanting Run terbagi dalam dua kategori;yakni 10K dan 5K. Untuk mendapatkan rute yang diinginkan, di tempat yang nyaman dan bersahabat bagi pelari, tim Tjanting bekerjasama dengan pengembang Alam Sutera. “Kami menyediakan Flavor Bliss Alam Sutera sebagai venue race, sedangkan Mall Alam Sutera akan menjadi lokasi RPC,” ujar Koko Arto dari Tjanting Run. Sinergi tersebut membuat semua pihak percaya diri untuk menambah jumlah pelari hingga 2.500 pada tahun ini;meningkat dibandingkan 1.500 pelari yang bergabung dalam race tahun lalu. “Ini menjadi perhatian kami untuk mengakomodir fasilitas terhadap lebih banyak lagi pelari,” ujar Safrita Aryana, Race Director ‘Tjanting Run’. Seperti tahunlalu, pelari akan mendapatkan jersey dan medali motif batik dengan desain khusus. Sedangkan pemenang akan mendapat medali podium dengan lanyard batik tulis. Istimewanya lagi pelari juga diajak menyumbangkan sepatu olah raga layak pakai untuk anak sekolah, bekerja sama dengan Yayasan GNOTA. Pengumpulan sepatu dilakukan pada 1 Agustus – 10 September. More info: www.tjantingfunday.com(Giattri Facbrilliant Putri)