Iran Bawa Masalah Muslim Rohingya ke PBB

Iran Bawa Masalah Muslim Rohingya ke PBB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, tindak lanjut dan upaya Iran untuk menyelesaikan masalah Muslimin Rohingya di Myanmar, masuk dalam agenda kerja kementerian ini. Bahram Qassemi, Jubir Kemenlu Iran, Rabu (6/9) dalam wawancara dengan IRNA menuturkan, Kemenlu Iran sudah berusaha membawa masalah Muslim Rohingya ke arena internasional terutama PBB dan membangkitkan kepedulian masyarakat dunia serta negara-negara lain. Qassemi menambahkan, negara-negara pengklaim pembela hak asasi manusia harus mengecam berlanjutnya penindasan terhadap Muslimin Myanmar dan persekusi atas mereka. Ia mendesak masyarakat internasional khususnya PBB untuk mencegah berlanjutnya pembunuhan terorganisir terhadap Muslimin di Myanmar. Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, salah satu mekanisme yang diusulkan Tehran adalah persatuan Dunia Islam dan dilakukannya langkah nyata untuk mendukung Muslimin Rohingya. "Jika negara-negara Islam bersatu dalam menghadapi genosida ini, maka para pelaku aksi ini akan terpaksa mundur," ujarnya. Serangan terbaru militer dan kelompok Budha ekstrem Myanmar terhadap Muslimin Rohingya, yang dimulai Jumat, 25 Agustus 2017 lalu, telah menewaskan lebih dari 400 Muslim. [caption id="attachment_208357" align="aligncenter" width="640"] Abbas Shuman[/caption] Genosida Muslim Myanmar Coreng Muka Dunia Al Azhar, Mesir menyebut pembunuhan Muslimin Rohingya di Myanmar telah mencoreng muka masyarakat internasional. Kantor berita Rasa (6/9) melaporkan, Abbas Shuman, Wakil Syeikh Al Azhar mengecam genosida Muslimin Rohingya dan mendesak langkah segera lembaga-lembaga internasional untuk menghentikan segala bentuk aksi kekerasan terhadap mereka. Sementara itu, Syeikh Ibrahim Negm, Sekjen Dewan Fatwa Internasional Mesir mengecam kebisuan dunia dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, menyaksikan berlanjutnya genosida terhadap Muslimin Rohingya di Myanmar. Ia mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk menggunakan media apapun yang mungkin, untuk menekan pemerintah Myanmar dan menghentikan pembunuhan massal terhadap Muslimin Rohingya. Sejak Jumat (25/9), militer dan kelompok ekstrem Budha Myanmar memulai gelombang baru serangan terhadap Muslimin Rohingya di Rakhine dan menewaskan sedikitnya 400 orang. (ParsToday)