Hilangkan Jejak, Militer Myanmar Bakar Mayat Rohingya

Hilangkan Jejak, Militer Myanmar Bakar Mayat Rohingya
Militer Myanmar dan kelompok Budha ekstrem, untuk mengelabui masyarakat internasional, membakar mayat-mayat Muslimin Rohingya guna menghilangkan bukti-bukti kejahatan mereka dalam melakukan pembunuhan massal terhadap Muslimin Rohingya. Surat kabar Inggris, The Independent, Selasa (5/9) melaporkan, militer dan kelompok Budha ekstrem di Myanmar mengumpulkan mayat-mayat Muslimin dan membakarnya. Mereka berusaha menutupi kejahatan genosidanya terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, barat Myanmar dari pengawasan dunia internasional. Chris Lewa, Direktur The Arakan Project, lembaga yang tergabung dalam Jaringan Hak-hak Pengungsi Asia-Pasifik, APRRN yang mengawasi serangan militer Myanmar di Rakhine menuturkan, hingga saat ini terjadi pembunuhan atas sedikitnya 130 orang dalam serangan di wilayah pemukiman penduduk Muslim, Rathedaung. Ia menambahkan, sejumlah laporan juga menunjukkan puluhan Muslimin tewas di tiga desa. Menurut Chris Lewa, aparat keamanan Myanmar bersama kelompok Budha ekstrem mengepung desa-desa dan melepaskan tembakan membabi buta ke segala arah. Sejak Jumat, 25 Agustus 2017, gelombang serangan militer Myanmar dan kelompok Budha ekstrem terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, telah menewaskan sedikitnya 400 orang, bahkan beberapa sumber mengatakan, jumlah korban mencapai 1000 orang. PBB mengumumkan, lebih dari 90 ribu Muslim Rohingya mengungsi, dan para aktivis kemanusiaan menuduh militer Myanmar telah melakukan kejahatan anti-kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya. [caption id="attachment_208154" align="aligncenter" width="640"] Pengungsi Rohingya di India[/caption] India Tolak Hentikan Pengusiran Pengungsi Rohingya Wakil pemerintah India di Pengadilan Tinggi negara itu menolak permintaan para pengacara pembela hak pengungsi Rohingya untuk menghentikan pengusiran terhadap mereka dari India. IRNA (5/9) melaporkan, Tushar Mehta, pengacara sekaligus wakil pemerintah India di Pengadilan Tinggi negara itu mengatakan, New Delhi menuntut pengusiran para pengungsi Rohingya yang datang ke India dari negara bagian Rakhine, Myanmar. Beberapa waktu lalu, pemerintah India menginstruksikan pemerintah daerahnya untuk mengidentifikasi para pengungsi ilegal Rohingya dan mengusirnya. Saat ini ada sekitar 40 ribu pengungsi Rohingya di India yang lari dari penindasan dan ancaman pembunuhan militer dan kelompok Budha ekstrem Myanmar. Mereka sekarang terancam diusir dari Negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu itu. Sejak Jumat, 25 Agustus 2017, gelombang serangan militer Myanmar dan kelompok Budha ekstrem terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, telah menewaskan sedikitnya 400 orang, bahkan beberapa sumber mengatakan, jumlah korban mencapai 1000 orang. PBB mengumumkan, lebih dari 90 ribu Muslim Rohingya mengungsi, dan para aktivis kemanusiaan menuduh militer Myanmar telah melakukan kejahatan anti-kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya. (ParsToday)