Tak Baik Kalau Indonesia Tolak Permintaan Pemimpin Dunia Bantu Rohingya 

Tak Baik Kalau Indonesia Tolak Permintaan Pemimpin Dunia Bantu Rohingya 
Jakarta, Obsessionnews.com - Indonesia selama ini ikut berperan menyelesaikan konflik di berbagai negara, sebagai wujud politik luar negeri yang bebas dan aktif. Terkait pembantaian umat Islam Rohingya di Myanmar, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Muqowam mendorong Indonesia ikut serta menyelesaikan kasus tersebut. Muqowam menuturkan, sejumlah pimpinan dunia, termasuk mantan Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Kofi Annan, telah meminta Indonesia membantu menyelesaikan kasus Rohingya. "Permintaan berbagai pimpinan dunia, termasuk mantan Sekjen PBB, itu logis, dan tidak ada baiknya kalau Indonesia menolaknya. Akan jadi pertanyaan publik di berbagai belahan dunia," kata Muqowam ketika dihubungi Obsessionnews.com, Sabtu (2/9/2017). Muqowam menegaskan pemerintah Indonesia jangan mempertaruhkan kepercayaan dunia, karena adanya berbagai persepsi terhadap Rohingya. Seperti diketahui Kofi Annan menghubungi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terkait kekerasan yang terjadi terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Menurut Retno, Annan meminta Indonesia untuk turut berkontribusi mengimplementasikan hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi yang dipimpinnya. “Karena kalau dilihat dari temporary report  yang dikeluarkan pada Agustus yang lalu apa yang dilakukan Indonesia fit very well dengan rekomendasi yang dikeluarkan komisinya Kofi Annan,” jelas Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Karena itu, Annan pun sangat berharap Indonesia dapat membantu melakukan rekomendasi dari komisi yang dibentuk untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine itu. Tak hanya Kofi Annan, Menteri Luar Negeri Turki juga berkomunikasi dengan Retno terkait kekerasan yang terjadi terhadap warga Rohingya tersebut. Lebih lanjut, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Retno juga melaporkan komunikasinya dengan sejumlah menlu terkait perkembangan masalah Muslim Rohingya, termasuk dengan Penasehat Keamanan Nasional dari Suu Kyi dan juga Menlu Bangladesh. Ia menyebut, pemerintah pun akan mengunjungi Myanmar untuk melihat kondisi di lapangan. (arh)