Rohingya Juga Manusia

Rohingya Juga Manusia
Rakyat Indonesia Tercinta, Ingatkan diri kita semua bahwa Pembukaan UUD 1945 kita berbunyi:"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Rakyat Indonesia Tercinta, Bersediakah kita semua tanpa memandang agama kita apa, tanpa memandang suku dan ras kita apa, untuk mengutuk sekeras-kerasnya Myanmar atas semua tindak kekerasan kepada Rohingya? Rakyat Indonesia Tercinta, Bersediakah kita semua tanpa memandang latar belakang pilihan politik kita, untuk meminta Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi untuk mengeluarkan pernyataan keras dan meminta dengan tegas agar dihentikan segera segala tindakan kekerasan Myanmar atas Rohingya? Rakyat Indonesia Tercinta, Bersediakah kita semua bersama-sama mengirimkan pesan ke dunia internasional, PBB dan Dewan Keamanan, untuk segera mengecam keras dan menghentikan segala upaya genoside atas Rohingya yang tengah berlangsung di Myanmar? Rakyat Indonesia Tercinta, Mari kita menyerukan kepada Norwegian Storting untuk mencabut Penghargaan Nobel Perdamaian atas nama Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang mendukung pembantaian atas Rohingya. Rakyat Indonesia Tercinta, Marilah kita semua atas nama kemanusiaan menolak semua upaya pembasmian Rohingya yang sudah berlangsung bertahun-tahun di Myanmar. Rakyat indonesia Tercinta, Mari kita ingat dalam-dalam di sanubari kita, bukan hanya di Paris, London, Syria, Palestina pembunuhan tak berdosa dilakukan, tapi juga di Myanmar yang membantai Rohingya dengan biadab Rohingya. Rakyat Indonesia Tercinta, Ingatlah selalu, Rohingya juga manusia! (Teuku Gandawan, Direktur Strategi Indonesia)