Musim Sakit Jiwa Melanda?

Musim Sakit Jiwa Melanda?
Jika sebuah negara dipimpin oleh seorang pemimpin sakit jiwa, maka sebuah tindakan sangat biadab sekali pun akan dianggap lumrah dan wajar. Jika tokoh militernya sakit jiwa, maka bisa saja memrintahkan pasukan nya membunuh anak-anak kecil, wanita-wanita dan orang lemah, tanpa bisa mempertahankan dan membela diri mereka. Jika pemimpin suatu umat yang menganut ajaran suci menyerukan kebencian dan pembasian suatu kaum atau umat yang lain, itu bisa karena sakit jiwa. Karena sudah tidak ada lagi kasih dan kesucian dalam dirinya. Jika seorang kepala negara melakukan kampanye di sela-sela kunjungannya, maka itu juga bagian dari sakit jiwa. Karena gila kekuasaan. Wong belum pemilu kok udah kampanye duluan. Orang-orang waras akan menyebutnya gilakekuasaan. Jika ada seorang menteri yang diamanahi konstitusi untuk urus rakyat, tapi ngajak-ngajaj sesama anggota kabinetnya untuk berkampanye dukung mendukung soal pilpres, maka si menteri itu pasti d jangkiti penyakit gila juga. Gila jabatan. Jika ada sebuah parpol karena ketumnya sedang bermasalah, meski sejak awal sudah sesumbar mendukung seorang capres yang sedang berkuasa bahkan masih menjabat sekalipun, bisa dikata ketuluran juga sakit jiwa. Walaupun klaim akan menang 65%. Kata orang Betawi, loe ngewadulnya kelewat amat. Jika seorang pemimpin di depan matanya sedang terjadi tragedi kemanusiaan, karena suatu etnis dibantai secara sadis tanpa jelas kesalahannya, maka coba periksa jiwanya. Jangan-jangan jiwanya sedang sakit juga. Jika ada sekumpulan umat yang berdiam diri menyaksikan umat dan tokoh-tokoh umat melakukan pembantaian, umat tersebut juga sedang mengidap atau diserang penyakit jiwa juga. Jika,sekumpulan bangsa-bangsa dan kawasan tidak tergerak atas tragedi kemanusiaan dan genocida sedang berlangsung sebuah regim padahal sering sekali meneriakan ham dan demoktasi sebagai jargon nya, jangan2 kumpulan bangsa bangsa dan kawasan nya sedang dilanda sakit jiwa akut. Atau, karena juga termotivasi oleh pemimpin nya yang cuek. Karena pemimpin2 nya sakit jiwa juga? Jika, sebagian rakyat sebuah negeri berdiam diri karena tokoh idola nya lamban bertindak, maka mereka juga patut di periksa jiwa2nya. Jangan2 rasa kemanusiaan nya sudah lama lenyap dari diri2 mereka. Semoga dunia hari ini tidak dipimpin oleh Orang yang sebenar nya berambisi dan berhati durjana. Dan raja tega, dan akan mengorbankan apa saja demi kuasaan bahkan yang sudah meraih nobel sekali pun. Itu lah mansia2 yang sakit jiwa yang dirasuki oleh iblis laknatullah.  (Muslim Arbi (Mantan Aktivis 66)Kota Majapahit, 2 September 2017