Mengelilingi Jalur Ular Cina Raya di Indonesia yang Menindas Pribumi

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti - Ketua Presidium MRI Dari pelabuhan Tua Sunda Kelapa, dari kampung-kampung pesisir menjulur mengitari Jakarta Utara, Barat, Timur hingga Bekasi menembus ke Kerawang. Menyisir jalur-jalur tersambung hingga ke seluruh pulau Jawa. Dan ditempel tol laut hingga meliputi seluruh pulau-pulau di Jakarta. Kota-kota megah dibangun, Jalan-Jalan Tol Laut, Kereta Cepat, Jembatan-Jembatan Layang dan segala infrastruktur dipaksa bekerja. Sementara semuanya terikat oleh Satu Kuasa Cina Raya. Dan dipinggir-pinggir kuku bangunan-bangunan Raksasa yang Modalnya dari Penghisapan-Penghisapan Rakyat Pribumi, kita saksikan kekumuhan-kumuhan yang diciptakan sebagai PEMISKINAN, PEMBODOHAN DAN SEGALA PEMELARATAN. Inilah Penjajahan Bangsa Cina ke Pribumi dengan segala keserakahan dan ambisi untuk menyatukan seluruh dunia dengan ular-ular Infrastruktur mereka. Tanah, Air, Udara kita telah mereka kuasai dengan segala tipu dayanya dan Negara telah menjadi alat produksi mereka. Akan tetapi mereka gunakan hukum-hukum palsu khas kolonialisme yang kita sebut kolonisasi. Sehingga tidak pernah mengikat HAK-HAK RAKYAT PRIBUMI yang berHAK atas TANAH, AIR, CAKRAWALA hingga Negara beserta Hukum-Hukum asli yang di titipkan Allah untuk tegaknya keadilan kita semua. Mari kita siapkan menuju SIDANG ISTIMEWA 2017 dalam waktu dekat ini. Kita tunggu minggu ini untuk tahapan mekanismenya dan waktunya dari DPR. Jika tidak kita dapatkan, kita tentukan minggu depan berikutnya untuk menetapkan waktu bersama ke Gedung Rakyat. Kita bersama Kembalikan Kedaulatan di Tangan Pemiliknya yang Sah, yaitu Rakyat. Menuju Daulat Rakyat bersama Allah Yang Maha Esa. Merdeka...!!! Jakarta, 29 Agustus 2017





























