Exfarm, Pilihan 'Cerdas' Ospek Mahasiswa Baru Faperta Unsoed

Exfarm, Pilihan 'Cerdas' Ospek Mahasiswa Baru Faperta Unsoed
Purwokerto - Bentuk kekerasan saat Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Perguruan Tinggi di Indonesia sudah harus ditinggalkan. Apalagi, alasan mengembleng mental dan fisik dengan dalih plonco dan kekerasan terhadap mahasiswa baru yang bahkan disiksa dan dipukuli seniornya. Ada mahasiswa baru yang meninggal dunia akibat kekerasan fisik Ospek di suatu perguruan tinggi. Oleh Karena itu, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, lebih memilih kegiatan ilmiah yang bermanfaat dan lebih 'cerdas' ketimbang Ospek dengan kekerasan. Maka, Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed Angkatan 2017/2018 diberi kegiatan Experimental Farm (Exfarm) yang mengemban misi pendidikan dan layanan masyarakat. Exfarm Faperta Unsoed terus berbenah menyediakan fasilitas dan layanan edukasi bagi mahasiswa, peneliti dan masyarakat umum. Revitalisasi Exfarm Faperta diupayakan untuk mendukung misi layanan prima Faperta Unsoed. Perbaikan fisik dan optimalisasi fungsi lahan-lahan percobaan sebagai display teknologi budidaya serta inovasi teknologi dalam berbagai aspek bidang pertanian dilakukan seiring layanan praktikum dan riset bagi civitas akademika, termasuk pengenalan dunia pertanian bagi mahasiswa baru. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, atas prakarsa Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Dr Ir Anisur Rosyad MS, kegiatan penerimaan mahasiswa baru tahun 2017 ini diberikan muatan spesifik dengan memperkenalkan dan mempraktikkan secara langsung hal-hal terkait dunia pertanian di Expfarm Unsoed pada Minggu (27/8/2017). “Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membuka wawasan, ketertarikan dan kepedulian mahasiswa baru mengenai dunia pertanian, kondisi nyata yang dihadapi petani, sehingga sejak awal mahasiswa tidak asing dan memiliki semangat besar untuk mempelajari ilmu pertanian selama masa studinya,” tandas Ir Alief Einstein MHum, Koordinator Sistem Informasi Unsoed. Kegiatan ekspo dan praktik yang dikenalkan kepada mahasiswa baru Faperta Unsoed tahun 2017 di area Exfarm Faperta UNSOED di antaranya pengenalan tanaman, teknologi budidaya baik tanaman pangan maupun hortikultura, pengenalan varietas unggul padi dan kedelai hasil pemuliaan para peneliti Unsoed, mekanisasi, teknologi budidaya alternatif seperti kultur jaringan tanaman, hidroponik, aeroponik, teknologi proteksi tanaman ramah lingkungan menggunakan, teknik pengelolaan sumber daya lahan, teknik pertanian, teknologi hasil pertanian, teknik pengemasan hasil pertanian. Ketua Tim Expfarm Faperta, Ir M Nazarudin Budiono MSc menyebutkan, Expfarm atau Stasiun Percobaan/Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unsoed terdiri atas kebun percobaan lapang dan kompleks greenhouse/screenhouse yang mencakup total area seluas kurang lebih 4,5 Ha. “Jumlah greenhouse/screenhouse saat ini adalah 29 buah dengan berbagai ukuran. Kebun percobaan yang mewakili tipikal iklim tropis ini memiliki luas 2,5 ha, terletak di sekitar kompleks Fakultas Pertanian pada ketinggian 125 m dpl, tepatnya di dataran rendah Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas,” jelasnya. Sekretaris Exfarm Faperta Unsoed, Dyah Susanti SP MP mengatakan, Exfarm atau stasiun/kebun percobaan Faperta Unsoed mengemban beberapa fungsi. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana pendukung kegiatan akademik civitas academica yaitu dalam kegiatan penelitian dan praktikum, baik yang dilakukan oleh mahasiswa (D3, S1, S2 dan S3) maupun oleh dosen dan peneliti. “Exfarm Faperta juga berfungsi sebagai wahana pengelolaan plasma nutfah dan sekaligus display berbagai inovasi dan pengembangan teknologi yang dihasilkan oleh para peneliti Faperta Unsoed, seperti perakitan berbagai varietas padi dan kedelai yang toleran terhadap cekaman lingkungan, pengembangan pupuk dan agensia hayati dalam proteksi tanaman, teknologi budidaya tanaman (off season, hidroponik, aeroponik, vertikultur), teknologi produksi benih, pengolahan pangan dan pengelolaan pasca-panen, teknik pengemasan hasil pertanian dan lain sebagainya,” paparnya. Dyah Susanti menegaskan, mengemban fungsi layanan masyarakat sekaligus sebagai revenue generating unit, Exfarm Faperta Unsoed telah memfasilitasi dihasilkannya lulusan dengan kompetensi keilmuan spesifik serta teknologi inovasi mutakhir sesuai dengan visi misi Faperta Unsoed dalam menjawab perkembangan kebutuhan masyarakat. Exfarm Faperta membuka kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengemban tugas dengan tetap mengutamakan misi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kerja sama yang sedang berjalan adalah kerja sama dengan alumni dalam produksi jagung dan kacang panjang dengan alumni angkatan 1985 yang tergabung dalam Koperasi Delima Agro Manunggal (Kodam) yang juga terlibat aktif dalam pengenalan mahasiswa baru Ir. Akhmad Saefudin, koordinator produksi kerja sama Kodam - Faperta menyebutkan, pengenalan mahasiswa baru melalui praktik langsung di lahan akan menumbuhkan jiwa profesionalisme sejak awal, mengetahui hal teknis akan bermanfaat dalam belajar menjadi manajer di bidang pertanian nantinya. Tim Exfarm Faperta yang terdiri dari Ir. M. Nazarudin Budiono, M.Sc. (ketua), Dyah Susanti, S.P., M.P. (sekretaris), Ir. Abdul Manan, M.P., Ir. Teguh Widiatmoko, M.P., Ir. Sri Widarni, M.S. dan Etik Wukir Tini, S.P., M.P., Dra. Suswati, Ir. Akhmad Sudjoko, serta tim teknis Yaya Yuliatin, Budiman, Nardi dan Subiyanto berkomitmen mendukung layanan akademik dan transfer teknologi bagi sivitas akademika, petani, penyuluh pertanian dan masyarakat umum sebagai perwujudan slogan Fakultas Pertanian sahabat petani dan bentuk kontribusi nyata Fakultas Pertanian Unsoed dalam pembangunan pertanian Indonesia. Maju Faperta Unsoed, Maju Pertanian Indonesia. (Red)