PLN Terus Buat Gebrakan Setiap Tahun

Jakarta, Obsessionnews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan gebrakan terhadap kinerja operasional di setiap tahunnya. Itu semua terlihat dari laporan kinerja pada tahun 2015 yang mengantarkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mencetak laba bersih sebesar 15,6 triliun, pendapatan PLN ini naik hingga Rp 23,2 triliun atau 12,44 persen sehingga menjadi 209,8 triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 186,6 triliun. Pendapatan tersebut didapatkan dari kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 202,8 Terra Wat hour (TWh) atau naik 2,14 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 198,6 TWh serta adanya kenaikan harga jual rata-rata. Peningkatan kWh itu sejalan dengan kenaikan jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan sampai dengan akhir Desember 2015 yang telah mencapai 61,2 juta pelanggan atau bertambah 3,7 juta pelanggan atau naik 6,39 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 57,5 juta pelanggan. Tidak berhenti disitu pada 2016 PLN mencapai realisasi kinerja operasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Nilai penjualan tenaga listrik PLN selama tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,3 triliun atau 2,05 persen sehingga menjadi Rp 214,1 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 209,8 triliun. Pertumbuhan penjualan ini berasal dari kenaikan volume penjualan menjadi sebesar 216,0 Terra Watt hour (TWh) atau naik 6,49 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 202,8 TWh. Peningkatan penjualan tersebut juga sejalan dengan keberhasilan PLN di tahun 2016 menambah kapasitas pembangkit sebesar 3.714 MW yang berasal dari pembangkit PLN sebesar 1.932 MW dan tambahan kapasitas dari independent Power Producer (IPP) sebesar 1.782 MW, serta menyelesaikan 2.859 kilometer sirkuit (kms) jaringan transmisi dan gardu induk sebesar 14,123 MVA. Selama periode enam bulan di 2017 PLN me realisasikan kinerja operasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dengan meningkatnya laba operasi 12,84% menjadi 17,6 triliiun, dibanding periode Juni 2016. Namun demikian, pencapaian laba bersih PLN pada semester I-2017 mencapai Rp 2,3 triliun, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat insidental, yaitu meningkatnya beban lain-lain di luar operasi yang bersumber dari beban tahun 2013 sebesar Rp 3,1 triliun, serta berkurangnya pendapatan selisih kurs Rp 2,1 triliun. Nilai penjualan tenaga listrik PLN selama periode enam bulan di 2017 mengalami kenaikan Rp 13,8 triliun atau 13,22% menjadi Rp 118,5 triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 104,7 triliun. Pertumbuhan penjualan ini berasal dari kenaikan volume penjualan menjadi 108,4 Terra Watt hour (TWh), atau naik 1,17% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. "Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan keberhasilan PLN selama semester pertama tahun 2017 menambah kapasitas pembangkit sebesar 1.663 MW yang berasal dari Pembangkit PLN sebesar 463 MW dan tambahan kapasitas dari Independent Power Producer (IPP) sebesar 1.199 MW. Serta menyelesaikan 1.489 kilometer sirkuit (kms) jaringan transmisi dan Gardu Induk sebesar 5.750 MVA," ungkap Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/7/2017). Peningkatan konsumsi kWh ini juga didukung dari adanya kenaikan jumlah pelanggan, di mana sampai dengan akhir semester I-2017 telah mencapai 65,9 juta, atau bertambah 1,6 juta pelanggan dari akhir tahun lalu sebesar 64,3 juta pelanggan. Kenaikan konsumsi kWh tersebut didominasi oleh konsumsi listrik di golongan tarif industri. (Iqbal)





























