Taat Sejak Dini

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah Berkali-kali saya dihadapkan pada problem yang sama,"Anak saya pacaran dengan yang non-Muslim, dan sekarang mereka ingin menikah, bagaimana ya ustadz sebaiknya?" Banyak orang yang tidak paham, bahwa masalah itu tidak pernah datang secara instan, maka tidak mungkin pula selesai secara instan. Semua ada prosesnya.
Bila sudah akut, baru datang ke ustadz atau ulama, berharap ulama dan ustadznya bisa menyelesaikan dalam sekejap, bak sulap. Padahal tidak begitu sebetulnya. Tiap maksiat anak yang beranjak dewasa, biasanya karena kesalahan didik sewaktu kecil, saat orangtua masih memiliki anak itu 100%, di bawah pengasuhannya Saat kecil akidahnya tidak ditanamkan, tidak diajarkan untuk mencintai Allah, Rasul dan Al-Quran serta As-Sunnah. Tidak pernah dibimbing untuk mengenali agamanya. Sebaliknya, orang tua dengan bangga menyekolahkan anaknya di kurikulum Amerika, gaya Inggris atau minimal cara Singapura. Lengkap dengan gaya hidupnya di sekolah. Saat ingin dikenalkan dengan agama, orang tuanya bilang,"Nanti saja kalau sudah gede, masih kecil kasihan." Sementara dia tidak kasihan kecil-kecil dikenalkan budaya asing. Maka sudah dewasa, wajar bila ia berpikir bukan dengan cara Islam, tidak menganggap penting agama, yang penting cinta, yang penting aku senang, suka sama suka. Mudahnya, bila sejak kecil seorang Muslimah tidak dikenalkan bahwa hijab adalah pakaiannya, dan kewajibannya, setelah dewasa dia lebih sulit menyesuaikan diri. Bila dia tak berhijab, tentu yang menyukai bukan yang salih, begitu pula dengan pergaulannya. See, kita membentuk anak kita dari kecil, bukan setelah dewasa. Ingin memanen mangga? Tanamlah biji mangga. Jangan harap bisa memanen durian padahal menanam biji kedelai. Dan hidup bukan toko swalayan yang semua bisa dibeli. Ajarkan anak taat dari dini. Tak ada kata terlalu cepat untuk taat, sebagaimana tak ada terlambat untuk berhenti maksiat. Kenalkan Islam sejak awal, agar kita selamat.





























