Penyakit Kronis pada Lansia Bisa Dicegah

Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus (kadar gula darah tinggi) adalah merupakan penyakit-penyakit kronis yang banyak menyerang lanjut usia (lansia). Sebenarnya penyakit kronis ini dapat dicegah. Salah satu titik sentral dalam pencegahan penyakit penyakit kronis di masyarakat dapat dilakukan di posyandu lansia. Posyandu Lansia adalah merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang pengelolaannya adalah dari, oleh, dan untuk masyarakat. Peran kader posyandu lansia dalam penyelenggaraan posyandu lansia sangat besar karena kader berperan sebagai penggerak lansia untuk mau datang ke posyandu lansia, penyuluh kesehatan pada lansia, pelaksana pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan lain-lain. Namun terkadang peran posyadu lansia dalam pencegahan penyakit kronis pada lansia tidak dapat berjalan dikarenakan berbagai hal, misalnya adalah kurangnya pengetahuan kader posyandu dalam pencegahan penyakit kronis, kurang atau tidak adanya alat untuk mengukur tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, kurangnya pengetahuan kader terhadap pengoperasian alat ukur tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, kurangnya jumlah atau regenerasi kader, kurangnya pengetahuan kader terhadap terapi-terapi mandiri untuk mencegah penyakit kronis. [caption id="attachment_206445" align="aligncenter" width="640"]
Penyakit Kronis 2. Penyerahan Bantuan Alat-alat[/caption] Hal ini jugalah yang terjadi di Posyandu Lansia Sejahtera II, Bancar Kembar, Purwokerto Jawa Tengah dan Posyandu Lansia Soka Nirmala II, Sokanegara Purwokerto Jawa Tengah. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa angka hipertensi di posyandu lansia Sejahtera II ini mencapai 48,5%, dan di posyandu Soka Nirmala II adalah 30%. Selain itu, beberapa lansia juga memiliki kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tinggi. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto Jawa Tengah berusaha untuk melatih kader-kader di dua posyandu lansia ini agar dapat menjadikan posyandu lansia sebagai tempat untuk pencegahan penyakit kronis pada lansia sekitar, sehingga tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia dapat meningkat. Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dosen Jurusan Keperawatan, Fikes Unsoed, yaitu Ns.Yunita Sari,S.Kep,MHS,Ph.D. dan beranggotakan Dosen Jurusan KeperawatanFikes Unsoed, Made Sumarwati,MN, dan Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed, Dr.dr.Eman Sutrisna,M.Kes. Progam pengabdian masyarakat ini terlaksakana dengan bantuan hibah pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. [caption id="attachment_206446" align="aligncenter" width="640"]
Penyakit Kronis 3. Pelatihan Pengoperasian Alat Cek Gula Darah, Asam Urat, & Kolesterol[/caption] Ketua Program Tim Pengabdian Masyarakat (Ns.Yunita Sari,S.Kep,MHS,Ph.D.) ini menyatakan bahwa program kegiatan pengabdian masyarakat pada kader dan lansia ini sangat penting karena kader lansia adalah merupakan tombak pelaksanaan dan kesuksesan dari kegiatan posyandu lansia. Apabila kader sudah mengetahui cara pencegahan penyakit kronis, harapannya lansia di daerah posyandu lansia setempat dapat terhindar dari penyakit kronis dan komplikasinya, sehingga tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia juga dapat meningkat. Program Tim Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan adalah meliputi pemberian hibah alat untuk mengukur tekanan darah, dan alat untuk mengecek gula darah, asam urat dan kolesterol, pelatihan pengoperasian tensimeter dan alat untuk deteksi gula darah, asam urat dan kolesterol, skrining atau deteksi dini penyakit kronis melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, pelatihan dan penyuluhan terkait pencegahan penyakit kronis, pelatihan senam lansia, pelatihan manajemen makanan untuk menghindari penyakit kronis, pelatihan terapi relaksasi progresif untuk menurunkan stress pada lansia, dan pelatihan terapi-terapi mandiri yang terbukti dapat menurunkan resiko penyakit kronis. [caption id="attachment_206448" align="aligncenter" width="640"]
Penyakit Kronis 4. Pelatihan Senam Lansia pada Kader-kader Posyandu[/caption] Kegiatan pembinaan kader posyandu lansia dan pendampingan kegiatan posyandu lansia dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan, yaitu mulai bulan April 2017 sampai dengan November 2017. Kader lansia dan masyarakat di daerah posyandu lansia ini menyambut dengan baik dan aktif ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah 5 (lima) bulan kegiatan pengabdian, tingkat pengetahuan kader terhadap hipertensi dan pencegahannya secara signifikan meningkat, kader sudah dapat mempraktekan senam lansia, sudah dapat mengoperasikan alat untuk mengukur tekanan darah,gula darah, asam urat, dan kolesterol, dapat melakukan terapi-terapi mandiri untuk menurunkan tekanan darah dan gula darah, kader juga merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan penyuluhan pada lansia. Harapannya kedepannya kader lansia mampu menggerakkan kegiatan di posyandu lansia secara mandiri dan mampu menjadi contoh bagi posyandu lansia yang lain. (Red)
Penyakit Kronis 2. Penyerahan Bantuan Alat-alat[/caption] Hal ini jugalah yang terjadi di Posyandu Lansia Sejahtera II, Bancar Kembar, Purwokerto Jawa Tengah dan Posyandu Lansia Soka Nirmala II, Sokanegara Purwokerto Jawa Tengah. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa angka hipertensi di posyandu lansia Sejahtera II ini mencapai 48,5%, dan di posyandu Soka Nirmala II adalah 30%. Selain itu, beberapa lansia juga memiliki kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tinggi. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto Jawa Tengah berusaha untuk melatih kader-kader di dua posyandu lansia ini agar dapat menjadikan posyandu lansia sebagai tempat untuk pencegahan penyakit kronis pada lansia sekitar, sehingga tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia dapat meningkat. Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dosen Jurusan Keperawatan, Fikes Unsoed, yaitu Ns.Yunita Sari,S.Kep,MHS,Ph.D. dan beranggotakan Dosen Jurusan KeperawatanFikes Unsoed, Made Sumarwati,MN, dan Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed, Dr.dr.Eman Sutrisna,M.Kes. Progam pengabdian masyarakat ini terlaksakana dengan bantuan hibah pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. [caption id="attachment_206446" align="aligncenter" width="640"]
Penyakit Kronis 3. Pelatihan Pengoperasian Alat Cek Gula Darah, Asam Urat, & Kolesterol[/caption] Ketua Program Tim Pengabdian Masyarakat (Ns.Yunita Sari,S.Kep,MHS,Ph.D.) ini menyatakan bahwa program kegiatan pengabdian masyarakat pada kader dan lansia ini sangat penting karena kader lansia adalah merupakan tombak pelaksanaan dan kesuksesan dari kegiatan posyandu lansia. Apabila kader sudah mengetahui cara pencegahan penyakit kronis, harapannya lansia di daerah posyandu lansia setempat dapat terhindar dari penyakit kronis dan komplikasinya, sehingga tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia juga dapat meningkat. Program Tim Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan adalah meliputi pemberian hibah alat untuk mengukur tekanan darah, dan alat untuk mengecek gula darah, asam urat dan kolesterol, pelatihan pengoperasian tensimeter dan alat untuk deteksi gula darah, asam urat dan kolesterol, skrining atau deteksi dini penyakit kronis melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, pelatihan dan penyuluhan terkait pencegahan penyakit kronis, pelatihan senam lansia, pelatihan manajemen makanan untuk menghindari penyakit kronis, pelatihan terapi relaksasi progresif untuk menurunkan stress pada lansia, dan pelatihan terapi-terapi mandiri yang terbukti dapat menurunkan resiko penyakit kronis. [caption id="attachment_206448" align="aligncenter" width="640"]
Penyakit Kronis 4. Pelatihan Senam Lansia pada Kader-kader Posyandu[/caption] Kegiatan pembinaan kader posyandu lansia dan pendampingan kegiatan posyandu lansia dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan, yaitu mulai bulan April 2017 sampai dengan November 2017. Kader lansia dan masyarakat di daerah posyandu lansia ini menyambut dengan baik dan aktif ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah 5 (lima) bulan kegiatan pengabdian, tingkat pengetahuan kader terhadap hipertensi dan pencegahannya secara signifikan meningkat, kader sudah dapat mempraktekan senam lansia, sudah dapat mengoperasikan alat untuk mengukur tekanan darah,gula darah, asam urat, dan kolesterol, dapat melakukan terapi-terapi mandiri untuk menurunkan tekanan darah dan gula darah, kader juga merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan penyuluhan pada lansia. Harapannya kedepannya kader lansia mampu menggerakkan kegiatan di posyandu lansia secara mandiri dan mampu menjadi contoh bagi posyandu lansia yang lain. (Red) 




























