Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk. - Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Sebagai pemilik stasiun televisi SCTV dan Indosiar jelas berpengaruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Usaha pertelevisian merupakan usaha di bidang media massa, yakni menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, jelas segala tayangan acara televisi SCTV dan Indosiar dapat mempengaruhi penontonnya. Sebab masyarakat akan memilih informasi yang ditayangkan oleh SCTV dan Indosiar.
Salah satu contoh tayangan D’Academy atau sering disebut Dangdut Academy. Tayang tersebut dapat mempengaruhi penontonnya. Dengan menyaksikan tayangan itu, penonton jadi terbawa arus ingin menjadi bintang dalam acara D’Academy. Jelas psikologi penonton dapat dipengaruhi oleh tayangan tersebut. Artinya, pemilik stasiun televisi dapat mempengaruhi penontonnya dengan kebijakan-kebijakan acara yang ditayangkan stasiun televisi tersebut. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Eddy Kusnadi Sariaatmadja pemilik dari Emtek Group memiliki kekayaan sebesar USD 1,6 miliar (sekitar 20,8 triliun). Dia adalah pemilik dari SCTV dan Indosiar yang termasuk saluran televisi terbesar di Indonesia. Eddy memulai karir sebagai distributor komputer Compaq di Indonesia dengan bendera PT. Elang Mahkota Teknologi. Perusahaan ini cikal bakal Emtek Group. Eddy lalu mendirikan Surya Citra Media yang mengelola televisi swasta Surya Citra Televisi atau SCTV. Awalnya, SCTV didirikan oleh Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mochtar, dan Halimah Bambang Trihadmodjo, saat ini 78,69% saham SCTV telah dimiliki oleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Emtek Group memutuskan untuk melakukan akuisisi Indosiar dari Grup Salim. Eddy juga terjun di bisnis perkebunan. PT. London Sumatra Plantation miliknya menghasilkan karet, kelapa sawit, kopi, kakao, dan lain-lain. Meskipun awalnya milik orang Inggris, 64,4% saham perusahaan dimiliki Eddy. Dengan aset sebesar 2,98 trilliun rupiah dan keuntungan hingga 2 trilliun lebih, PT. London Sumatra Plantation juga menjadi usaha penting Eddy. Tahun 2006, SCTV telah menyumbangkan keuntungan hingga Rp1,82 trilliun pada pundi-pundi Emtek Group. Eddy bisa dibilang mempunyai hubungan dekat dengan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama. Hal itu terlihat ketika Obama mengunjungi Indonesia dalam rangka menjadi pembicara dalam Kongres Indonesia Diaspora Network (IDN) Global 2017. Gimana tidak, dari banyaknya pejabat penting dan berjuta-juta penduduk Indonesia hanya dua orang yang ditemui oleh Obama di Jakarta. Pertama Presiden Joko Widodo dan kedua pengusaha yang merupakan pemilik Grup Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Hal ini jelas telihat pengaruh sosok Eddy dimata masyarakat Indonesia. Betapa tidak, banyak para pimpinan, pejabat tinggi, bahkan Menteri yang ada di Negara kita, hanya Eddy dan Presiden Jokowi yang ditemui oleh Obama. Tak hanya itu, Obama bahkan makan malam bersama Eddy Sariaatmadja di rumah Eddy di daerah Menteng. Eddy adalah lulusan teknik sipil dari University of New South Wales di Australia pada Tahun 1978 serta S2 juga di bidang teknik pada tahun 1980. (Poy)Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.
Salah satu contoh tayangan D’Academy atau sering disebut Dangdut Academy. Tayang tersebut dapat mempengaruhi penontonnya. Dengan menyaksikan tayangan itu, penonton jadi terbawa arus ingin menjadi bintang dalam acara D’Academy. Jelas psikologi penonton dapat dipengaruhi oleh tayangan tersebut. Artinya, pemilik stasiun televisi dapat mempengaruhi penontonnya dengan kebijakan-kebijakan acara yang ditayangkan stasiun televisi tersebut. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Eddy Kusnadi Sariaatmadja pemilik dari Emtek Group memiliki kekayaan sebesar USD 1,6 miliar (sekitar 20,8 triliun). Dia adalah pemilik dari SCTV dan Indosiar yang termasuk saluran televisi terbesar di Indonesia. Eddy memulai karir sebagai distributor komputer Compaq di Indonesia dengan bendera PT. Elang Mahkota Teknologi. Perusahaan ini cikal bakal Emtek Group. Eddy lalu mendirikan Surya Citra Media yang mengelola televisi swasta Surya Citra Televisi atau SCTV. Awalnya, SCTV didirikan oleh Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mochtar, dan Halimah Bambang Trihadmodjo, saat ini 78,69% saham SCTV telah dimiliki oleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Emtek Group memutuskan untuk melakukan akuisisi Indosiar dari Grup Salim. Eddy juga terjun di bisnis perkebunan. PT. London Sumatra Plantation miliknya menghasilkan karet, kelapa sawit, kopi, kakao, dan lain-lain. Meskipun awalnya milik orang Inggris, 64,4% saham perusahaan dimiliki Eddy. Dengan aset sebesar 2,98 trilliun rupiah dan keuntungan hingga 2 trilliun lebih, PT. London Sumatra Plantation juga menjadi usaha penting Eddy. Tahun 2006, SCTV telah menyumbangkan keuntungan hingga Rp1,82 trilliun pada pundi-pundi Emtek Group. Eddy bisa dibilang mempunyai hubungan dekat dengan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama. Hal itu terlihat ketika Obama mengunjungi Indonesia dalam rangka menjadi pembicara dalam Kongres Indonesia Diaspora Network (IDN) Global 2017. Gimana tidak, dari banyaknya pejabat penting dan berjuta-juta penduduk Indonesia hanya dua orang yang ditemui oleh Obama di Jakarta. Pertama Presiden Joko Widodo dan kedua pengusaha yang merupakan pemilik Grup Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Hal ini jelas telihat pengaruh sosok Eddy dimata masyarakat Indonesia. Betapa tidak, banyak para pimpinan, pejabat tinggi, bahkan Menteri yang ada di Negara kita, hanya Eddy dan Presiden Jokowi yang ditemui oleh Obama. Tak hanya itu, Obama bahkan makan malam bersama Eddy Sariaatmadja di rumah Eddy di daerah Menteng. Eddy adalah lulusan teknik sipil dari University of New South Wales di Australia pada Tahun 1978 serta S2 juga di bidang teknik pada tahun 1980. (Poy)Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.




























