Saatnya Golkar Lakukan Aksi Bersih-bersih

Saatnya Golkar Lakukan Aksi Bersih-bersih
Jakarta, Obsessionnews.com - Partai Golongan Karya (Golkar) dinilai tengah dalam persimpangan jalan hingga perlu ada langkah penyelamatan oleh para elitnya. Golkar dianggap telah larut di dalam percaturan demokrasi liberal yang penuh dengan perilaku transaksional dan pragmatis sehingga banyak kader golkar yang terlibat dalam kasus korupsi. "Golkar adalah aset bangsa, di dalam kiprahnya telah membangun demokrasi pancasila dan bukan demokrasi liberal seperti saat ini yang telah mencederai perasaan rakyat," ungkap Ketua Umum Angkatan Muda Samudera Raya (Amara), Herfan Nurmansa di Jakarta, Senin (21/8/2017). Sebagai generasi muda bangsa, Herfan menyatakan keprihatinan atas apa yang terjadi di tubuh partai Golkar saat ini. Partai berlambang pohon beringin ini harus diselamatkan supaya bersih dari kader-kader yang korup. Sebab tindakan korupsi sama saja telah mengkhianati nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. "Penting untuk menyelamatkan Golkar agar rakyat Indonesia tidak menjadi jajahan oleh kaum kapitalis yang telah memanfaatkan kebesaran Golkar untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," tandas Herfan. Menurut dia, Golkar harus mampu menjadi tauladan dalam berpolitik dan berdemokrasi. Sebab sejak didirikan hingga saat ini, Golkar merupakan pilar utama dalam membentuk sistem politik nasional, termasuk menentukan suksesi kepemimpinan nasional. Sebagai mainstream utama politik nasional, Golkar juga telah sukses membentuk keseimbangan strategis dan medudukkan Golkar sebagai pemain kunci dalam setiap langgam percaturan politik nasional. Lahir atas kebutuhan dan kebuntuan sistem demokrasi terpimpin serta sebuah harapan untuk menciptakan sistem kepartaian yang efektif, Golkar memiliki kiprah yang cemerlang, lepas dari perdebatan kelahiran serta dominasinya dimasa lalu. Setidaknya lanjut Herfan, pemilu tahun 2019 mendatang adalah ujian bagi partai Golkar untuk semakin menunjukkan kiprah politik dalam proses perubahan sosial demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Has)