Protes Anti Rasis di AS Merembet ke Los Angeles

Satu pekan setelah bentrokan rasis di Charlottesville, negara bagian Virginia, warga kota Los Angeles di negara bagian California bergabung di aksi demonstrasi anti rasis di negara ini. Press TV melaporkan, warga Los Angeles hari Sabtu di aksinya meneriakkan slogan dan yel-yel anti Presiden Donald Trump karena mendukung kelompok rasis. Sementara itu, warga kota Boston hari Ahad (20/8) juga menggelar demonstrasi di jalan-jalan kota ini meneriakkan slogan anti rasis. Sebelumnya aksi serupa juga digelar di berbagai kota Amerika Serikat. Kebungkaman Donald Trump terkait kecaman atas aksi rasis di Charlottesville menuai kritik luas di negara ini dan seluruh negara dunia. Anggota komisi seni Gedung Putih "Komite Seni dan Humaniora Gedung Putih" (PCAH) mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas dukungan Trump kepada kelompok rasis serta menuntut presiden mengundurkan diri dari jabatannya. Menyusul bentrokan pada hari Jumat dan Sabtu (11-12 Agustus) lalu antara kelompok pro dan anti rasis di kota Charlottesville di negara bagian Virginia, satu orang tewas dan puluhan lainnya cidera. Para pendukung rasisme (pro kulit putih) di Amerika menutut penerapan kembali undang-undang di era perbudakan untuk menunjukkan keunggulan kulit putih terhadap warga kulit hitam di negara ini. Seiring dengan berkuasanya Donald Trump, aktivitas kelompok sayap kanan ekstrim dan rasis di Amerika semakin meningkat. [caption id="attachment_205444" align="aligncenter" width="640"]
Jeremy Joseph Christian. (ParsToday)[/caption] Dua Warga AS Tewas Ditikam Setelah Bela Muslimah Dua warga Amerika Serikat tewas setelah diserang pisau oleh seorang pria, karena membela dua orang perempuan, salah satunya Muslimah, yang mendapat penghinaan ras dan agama di dalam kereta di kota Portland. IRIB (28/5) melaporkan, aparat kepolisian Portland, Negara Bagian Oregon, Amerika mengabarkan, dua orang tewas setelah ditikam senjata tajam oleh seorang pria berusia 35 tahun di dalam kereta di kota Portland. Kepolisian Portland mengumumkan, seorang pria mengeluarkan kata-kata cacian kepada dua penumpang perempuan, salah satunya Muslimah yang mengenakan hijab di dalam kereta di kota Portland, namun dua penumpang lain berusaha melarangnya, tapi keduanya diserang dengan pisau oleh pelaku. Dalam rekaman video, tampak si penyerang (Jeremy Joseph Christian, 35 tahun) mengeluarkan kata-kata rasis. Saksi mata mengatakan, penyerang terus mengeluarkan kata-kata rasis dan penghinaan terhadap Muslim. Setelah membunuh dua penumpang di dalam kereta itu, penyerang melarikan diri, namun berhasil ditangkap polisi beberapa jam kemudian. Serangan itu selain menewaskan dua warga Amerika, juga melukai tiga penumpang kereta lainnya. Sejak naiknya Donald Trump menjadi presiden Amerika, serangan-serangan atas dasar Islamfobia banyak terjadi di negara itu. (ParsToday)
Jeremy Joseph Christian. (ParsToday)[/caption] Dua Warga AS Tewas Ditikam Setelah Bela Muslimah Dua warga Amerika Serikat tewas setelah diserang pisau oleh seorang pria, karena membela dua orang perempuan, salah satunya Muslimah, yang mendapat penghinaan ras dan agama di dalam kereta di kota Portland. IRIB (28/5) melaporkan, aparat kepolisian Portland, Negara Bagian Oregon, Amerika mengabarkan, dua orang tewas setelah ditikam senjata tajam oleh seorang pria berusia 35 tahun di dalam kereta di kota Portland. Kepolisian Portland mengumumkan, seorang pria mengeluarkan kata-kata cacian kepada dua penumpang perempuan, salah satunya Muslimah yang mengenakan hijab di dalam kereta di kota Portland, namun dua penumpang lain berusaha melarangnya, tapi keduanya diserang dengan pisau oleh pelaku. Dalam rekaman video, tampak si penyerang (Jeremy Joseph Christian, 35 tahun) mengeluarkan kata-kata rasis. Saksi mata mengatakan, penyerang terus mengeluarkan kata-kata rasis dan penghinaan terhadap Muslim. Setelah membunuh dua penumpang di dalam kereta itu, penyerang melarikan diri, namun berhasil ditangkap polisi beberapa jam kemudian. Serangan itu selain menewaskan dua warga Amerika, juga melukai tiga penumpang kereta lainnya. Sejak naiknya Donald Trump menjadi presiden Amerika, serangan-serangan atas dasar Islamfobia banyak terjadi di negara itu. (ParsToday) 




























