Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Rini Mariani Soemarno

Memperbaiki kerugian perusahaan milik negara hingga mencapai Rp 5,8 triliun dari 10,2 triliun adalah sebuah prestasi yang cemerlang. Sosok Rini Mariani Soemarno lah yang berada di balik itu semua. Setelah dipercaya menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara RI (BUMN) oleh Joko Widodo (Jokowi), Rini mampu meminimalisir kerugian tersebut dari 27 perusahaan milik BUMN menjadi 18 perusahaan.
Selain itu sosok Rini Soemarno juga tidak bisa terlepas dari prestasinya yang mampu mendongkrak PT Astra International dari keterpurukan yang sangat parah akibat krisis ekonomi global pada tahun 1998 kembali menjadi perusahaan dengan keuntungan yang cukup besar. Keberhasilan yang cemerlang di private sector membuat Departement Keuangan yang saat itu dipimpin oleh Fuad Bawazier melirik dan mengajak Rini untuk bergabung di jajaran birokrasi untuk membantunya menjadi asisten bidang hubungan ekonomi keuangan Internasional. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Jejak karir yang ditorehkan oleh Rini dan pengalamannya di bidang ekonomi, serta memiliki pengalaman yang lengkap di sektor swasta baik direksi maupun komisaris. Karena prestasinya itu Rini sempat diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong di era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri, hingga akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tertarik untuk mengangkat Rini sebagai Menteri BUMN RI. Kehadiran Rini Soemarno, memang telah membuat BUMN terus bergerak cepat. Sosok profesional kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan-perusahaan besar ini, adalah orang kepercayaan Jokowi. Tak heran jika namanya tetap aman dalam tiga kali reshuffle kabinet. Kepercayaan Jokowi kepada Rini juga semakin besar menyongsong program pengampunan pajak (tax amnesty), di mana BUMN akan menyerap dana hingga Rp300 triliun untuk mendorong kinerja 25 perusahaan berpelat merah. Sejak memimpin BUMN, Rini terus membuat gebrakan, terlihat pada capaiannya selama 2016 belanja modal BUMN meningkat hingga 35% atau mencapai 298 triliun dibanding dengan 2015 dengan fokus belanja pada infrastruktur energi dan konektivitas. Tak hanya itu, di tangan Rini aset BUMN mengalami pertumbuhan hingga kontribusi BUMN terhadap negara mencapai 202 triliun dalam bentuk dividen dan pajak dan saat ini terdapat 118 BUMN dan 25 anak perusahaan eks BUMN dengan jumlah karyawan lebih dari satu juta orang. Di bawah kepemimimpinan Rini, BUMN juga telah melakukan berbagai ekspansi usaha hingga ke mancanegara dengan membuka kantor, menjual produk berupa vaksin, pelumas, gerbong kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Sepak terjangnya selama memimpin BUMN tidak diragukan lagi, kementerian ini telah berperan besar dalam pembangunan Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur dan maritim telah dilakukan seperti menambah pelabuhan penyebrangan, rute pelayaran, jumlah kapal dan pengembangan 24 pelabuhan strategis yang ada di timur Indonesia. Selain itu, wanita yang pernah menjabat ketua tim transisi Jokowi ini, telah meningkatkan pelayanan bandara untuk 145 juta penumpang dan 40 juta di antaranya dilakukan oleh Garuda Indonesia. Ditambah pembangunan moda transportasi massal yaitu LRT Palembang dan Jabodebek yang ditargetkan selesai pada 2018 dan 2019. Sedangkan dalam mendukung konektivitas darat, Rini sudah mulai membangun penambahan jalan tol 1.260 km. Sehingga akhir 2019 BUMN dapat mengoperasikan jalan tol lebih dari 2.000 km. (Bal)
Selain itu sosok Rini Soemarno juga tidak bisa terlepas dari prestasinya yang mampu mendongkrak PT Astra International dari keterpurukan yang sangat parah akibat krisis ekonomi global pada tahun 1998 kembali menjadi perusahaan dengan keuntungan yang cukup besar. Keberhasilan yang cemerlang di private sector membuat Departement Keuangan yang saat itu dipimpin oleh Fuad Bawazier melirik dan mengajak Rini untuk bergabung di jajaran birokrasi untuk membantunya menjadi asisten bidang hubungan ekonomi keuangan Internasional. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Jejak karir yang ditorehkan oleh Rini dan pengalamannya di bidang ekonomi, serta memiliki pengalaman yang lengkap di sektor swasta baik direksi maupun komisaris. Karena prestasinya itu Rini sempat diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong di era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri, hingga akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tertarik untuk mengangkat Rini sebagai Menteri BUMN RI. Kehadiran Rini Soemarno, memang telah membuat BUMN terus bergerak cepat. Sosok profesional kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan-perusahaan besar ini, adalah orang kepercayaan Jokowi. Tak heran jika namanya tetap aman dalam tiga kali reshuffle kabinet. Kepercayaan Jokowi kepada Rini juga semakin besar menyongsong program pengampunan pajak (tax amnesty), di mana BUMN akan menyerap dana hingga Rp300 triliun untuk mendorong kinerja 25 perusahaan berpelat merah. Sejak memimpin BUMN, Rini terus membuat gebrakan, terlihat pada capaiannya selama 2016 belanja modal BUMN meningkat hingga 35% atau mencapai 298 triliun dibanding dengan 2015 dengan fokus belanja pada infrastruktur energi dan konektivitas. Tak hanya itu, di tangan Rini aset BUMN mengalami pertumbuhan hingga kontribusi BUMN terhadap negara mencapai 202 triliun dalam bentuk dividen dan pajak dan saat ini terdapat 118 BUMN dan 25 anak perusahaan eks BUMN dengan jumlah karyawan lebih dari satu juta orang. Di bawah kepemimimpinan Rini, BUMN juga telah melakukan berbagai ekspansi usaha hingga ke mancanegara dengan membuka kantor, menjual produk berupa vaksin, pelumas, gerbong kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Sepak terjangnya selama memimpin BUMN tidak diragukan lagi, kementerian ini telah berperan besar dalam pembangunan Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur dan maritim telah dilakukan seperti menambah pelabuhan penyebrangan, rute pelayaran, jumlah kapal dan pengembangan 24 pelabuhan strategis yang ada di timur Indonesia. Selain itu, wanita yang pernah menjabat ketua tim transisi Jokowi ini, telah meningkatkan pelayanan bandara untuk 145 juta penumpang dan 40 juta di antaranya dilakukan oleh Garuda Indonesia. Ditambah pembangunan moda transportasi massal yaitu LRT Palembang dan Jabodebek yang ditargetkan selesai pada 2018 dan 2019. Sedangkan dalam mendukung konektivitas darat, Rini sudah mulai membangun penambahan jalan tol 1.260 km. Sehingga akhir 2019 BUMN dapat mengoperasikan jalan tol lebih dari 2.000 km. (Bal)Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017





























