Ketum HAPSI Sebut Ibu Penguat Agama dan Negara

Jakarta, Obsessionnews.com – Setiap anak pasti memiliki ibu. Pertama kali anak lahir ke dunia hanya ibu yang pertama mengajari berbagai jenis ilmu. Entah ilmu pendidikan seperti etika, hingga ilmu untuk pegangan hidup yakni agama. Tak salah lagi, Ketua Umum Himpunan Artis Pengusaha Seluruh Indonesia (HAPSI), Yuma Shannelom mengaku mendapatkan ilmu pertama kali dari sang ibunda, khususnya agama. “Ibu adalah tiang agama, karena proses belajar agama pasti kita dapati awalnya dari ibu kita. Saya sendiri mengalami, bahwa ibu sayalah yang pertama kali mengajarkan saya membaca Al fatihah (surat dalam Alquran),” ucap Yuma dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Senin (21/8/2017). Tentang ibu yang disampaikan Yuma, bertepatan juga dengan kehadirannya dalam acara peluncuran buku 45 Ibu Menulis Puisi Indonesia “Masih ada matahari yang akan terbit” di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kediaman Ibu Yuni Subali, Duta Perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa, Minggu (20/7). [caption id="attachment_205449" align="alignleft" width="359"]
Ketua Umum HAPSI, Yuma Shannelom dalam acara peluncuran buku 45 Ibu Menulis Puisi Indonesia di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kediaman Ibu Yuni Subali, Minggu (20/7). (Dok.Yuma).[/caption] Dalam peluncuran tersebut, Yuma yang mahir melukis ini juga diberikan kesempatan membacakan satu puisi karya Fithriati Yatik Abdulkahar. Ia sangat setuju, buku yang diterbitkan oleh Nani Tandjung ini sangat menginspirasi banyak orang. Apalagi masih dalam nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI, kalimat puisi akan menjadi pendorong semangat membangun generasi muda untuk membangun negara NKRI tercinta ini. “Jika ibu-ibu sudah memberikan kekuatan dalam agama maka negara akan kuat. Saya yakin jika ibu-ibu berpuisi pun akan memberikan kelembutan dalam puisi-puisinya da juga memberikan inspirasi dari kalimatnya. Dapat mewakili inilah bahagian dari kami dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Saya bangga dengan adanya buku ini. Merdeka!” pungkas Yuma bersemangat. Selepas undangan peluncuran buku itu, Yuma bersama jajaran pengurus HAPSI yang lain melanjutkan acara kemerdekaannya di TVRI. Mereka yang terlibat dalam mengisi acara bertemakan Aku Indonesia di televisi milik pemerintah ini adalah Alicia Djohar, Ida Leman, Asmiar Yahya, Ratna listy, Julia Rossie, Jose Choa Linge, Dina Mariana, Henny Anggraeni, Fey Malarangeng; dan Fitri Aura. (Popi)
Ketua Umum HAPSI, Yuma Shannelom dalam acara peluncuran buku 45 Ibu Menulis Puisi Indonesia di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kediaman Ibu Yuni Subali, Minggu (20/7). (Dok.Yuma).[/caption] Dalam peluncuran tersebut, Yuma yang mahir melukis ini juga diberikan kesempatan membacakan satu puisi karya Fithriati Yatik Abdulkahar. Ia sangat setuju, buku yang diterbitkan oleh Nani Tandjung ini sangat menginspirasi banyak orang. Apalagi masih dalam nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI, kalimat puisi akan menjadi pendorong semangat membangun generasi muda untuk membangun negara NKRI tercinta ini. “Jika ibu-ibu sudah memberikan kekuatan dalam agama maka negara akan kuat. Saya yakin jika ibu-ibu berpuisi pun akan memberikan kelembutan dalam puisi-puisinya da juga memberikan inspirasi dari kalimatnya. Dapat mewakili inilah bahagian dari kami dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Saya bangga dengan adanya buku ini. Merdeka!” pungkas Yuma bersemangat. Selepas undangan peluncuran buku itu, Yuma bersama jajaran pengurus HAPSI yang lain melanjutkan acara kemerdekaannya di TVRI. Mereka yang terlibat dalam mengisi acara bertemakan Aku Indonesia di televisi milik pemerintah ini adalah Alicia Djohar, Ida Leman, Asmiar Yahya, Ratna listy, Julia Rossie, Jose Choa Linge, Dina Mariana, Henny Anggraeni, Fey Malarangeng; dan Fitri Aura. (Popi) 




























