RAPBN RI 2018

Surat Pembaca: Dari RAPBN 2018 yang dirilis Kementerian Keuangan per Rabu 16 Agustus 2017, disebutkan : A. Anggaran Penerimaan Negara Rp1.878,4 triliun yang didapat dr pajak Rp. 1.609,4 triliun (86%);sumber daya alam (SDA) migas Migas Rp 77,2 triliun (4%) dan SDA non Migas Rp 22,1 triliun (1%). B. Sedangkan Anggaran Belanjanya, cicilan pokok utang & bunga Rp 629,2 triliun;bunga Rp 247,6 triliun dan defisit (minus) anggaran Rp 326 triliun. Apa yg terbaca dari susunan angka APBN di atas ? 1. Pendapatan negara 86 % dari pajak, 5 % dari SDA. Ini menunjukkan bhw SDA kita yg melimpah tak bisa kita nikmati lg hasilnya, hingga hanya bs menyumbang 5% dr pendptan negara. 2. Cicilan pembayaran hutang pokok + bunga 629 T + 247 T. Menunjukkan bhw negara ini sdh dililit hutang yg suangaaat besar. 3. Defisit anggaran 326 T. mengisyaratkan bhw kedepan, utk menutupi ini bakal ada dua kebijakan : 1. Tambah item pajak atau 2. Tambah hutang. 3. Opsi menambah pendptan dr SDA sdh tak mungkin, krn SDA itu sdh dikuasai asing dg perjanjian yg mengikat utk diperpanjang. Semakin kedepan semakin jelas bhw rakyat akan semakin _ditindas_ utk menbayar pajak lebih besar... Merdeka.. ??? Dari mana..?? Apa hanya slogan .?? Tidak ingatkah bhw tujuan kemerdekaan itu sngmana tertuang dlm UUD 45 adalah utk mewujudkan masyarakat adil makmur sejahtera ..??? Jgn bohongi rakyat trs seolah negara baik2 saja.... Negara ini sdh dlm krisis : - Kepenimpiman - Kepercayaan - sistem ketatanegaraan. AYO bangun...!! - 18 Agustus 2017Syarifuddin Chan - Jakarta





























