Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Perhubungan RI, Budi Karya mampu meminimalisir angka kecelakaan saat musim mudik 2017 kemarin. Ia bekerjasama dan berkoordinasi serta melibatkan semua stakeholder untuk bekerja maksimal di sektornya masing-masing berjalan yakni darat, laut dan udara. Itulah yang pertama kali di Kementerian Perhubungan meminimalisir angka kecelakaan juga mudik berjalan lancar.
Tim Kementerian Perhubungan mengkoordinir kepolisian maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan kontrol menyeluruh terhadap jembatan maupun jalan-jalan yang ada sebagai dasar landasan rencana arus mudik Lebaran. Beberapa tempat yang signifikan memang dilakukan pola. Hal itu untuk memastikan keamanan atau safety. Dilakukan dengan cara ramp check semua tempat di udara, laut, dan di darat. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Khusus untuk udara, Budi mengaku telah melakukan ramp check sebanyak 532 pesawat yang akan melayani penerbangan di arus mudik Lebaran dan memerintahkan bandara beroperasi s/d pukul. 24.00 nahkan beberapa bandara 24 jam. Kesiapan itu sudah periksa sejak dua bulan sebelum hari H. hingga sekarang praktis sudah tidak ada hal-hal yang kita lihat bermasalah dan di udara pertumbuhannya sesuai dengan rencana, yaitu 7.67%. Adapun jalur laut, relatif berjalan lancar. Tahun ini diuji cobakan angkutan motor melalui laut, pemudik tetap terlayani. Untuk kereta api, diakuinya sempat terjadi overkapasitas dalam dua minggu terakhir. Jadi 300 ribu dalam dua minggu tambah 30 ribu, ini juga berjalan lancar. Meski begitu, Budi mengakui untuk arus mudik di jalur darat ada hal yang perlu ditingkatkan. Hal itu karena kelaikan bus-bus itu kurang maksimal. Selanjutnya perlu perbaikan-perbaikan sesuai prosedur dan operasi. Menurut data yang didapat dari pihak Kepolisian, arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tergambar dari tingkat kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang menurun pada tahun ini. Pada Operasi Ramadniya 2017 terjadi 3.168 kecelakaan lalu lintas. Adapun pada tahun 2016 lalu terjadi 4.551 kecelakaan. (Data Monitoring Anev Lebaran 2017) Tercatat ada 742 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini. Sedangkan tahun lalu korban mencapai 1.261 orang. Adapun korban luka berat sebanyak 687 orang. Data tersebut menurun setengahnya dibandingkan tahun lalu. Korban luka ringan mencapai 1.148 orang, menurun dibandingan 461 orang pada tahun lalu. Tingkat fatalitas korban meninggal dunia menurun sekitar 41,2 persen. Rata-rata kecelakaan tersebut terjadi lantaran faktor kelelahan. Angka kecelakaan menurun, kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini juga mengalami penurunan sebanyak 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Kerugiannya mencapai Rp 2.7 milyar pada tahun ini dan tahun sebelumnya hanya Rp 3.6 milyar. Sebagai informasi, sebelum menjabat Menhub, Budi Karya Sumadi sudah sejak 1982 bekerja di PT Pembangunan Jaya sampai 2004 silam. Posisi tertinggi ia menduduki Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang memimpin pengembangan Ancol. Pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 ini juga sebelumnya didapuk menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo tahun 2004-2013. Sejumlah megaproyek di Ibu Kota berhasil dibereskan, di antaranya: revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio serta penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda. (Poy)
Tim Kementerian Perhubungan mengkoordinir kepolisian maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan kontrol menyeluruh terhadap jembatan maupun jalan-jalan yang ada sebagai dasar landasan rencana arus mudik Lebaran. Beberapa tempat yang signifikan memang dilakukan pola. Hal itu untuk memastikan keamanan atau safety. Dilakukan dengan cara ramp check semua tempat di udara, laut, dan di darat. https://www.youtube.com/watch?time_continue=25&v=fRKCz5_NOeM Khusus untuk udara, Budi mengaku telah melakukan ramp check sebanyak 532 pesawat yang akan melayani penerbangan di arus mudik Lebaran dan memerintahkan bandara beroperasi s/d pukul. 24.00 nahkan beberapa bandara 24 jam. Kesiapan itu sudah periksa sejak dua bulan sebelum hari H. hingga sekarang praktis sudah tidak ada hal-hal yang kita lihat bermasalah dan di udara pertumbuhannya sesuai dengan rencana, yaitu 7.67%. Adapun jalur laut, relatif berjalan lancar. Tahun ini diuji cobakan angkutan motor melalui laut, pemudik tetap terlayani. Untuk kereta api, diakuinya sempat terjadi overkapasitas dalam dua minggu terakhir. Jadi 300 ribu dalam dua minggu tambah 30 ribu, ini juga berjalan lancar. Meski begitu, Budi mengakui untuk arus mudik di jalur darat ada hal yang perlu ditingkatkan. Hal itu karena kelaikan bus-bus itu kurang maksimal. Selanjutnya perlu perbaikan-perbaikan sesuai prosedur dan operasi. Menurut data yang didapat dari pihak Kepolisian, arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tergambar dari tingkat kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang menurun pada tahun ini. Pada Operasi Ramadniya 2017 terjadi 3.168 kecelakaan lalu lintas. Adapun pada tahun 2016 lalu terjadi 4.551 kecelakaan. (Data Monitoring Anev Lebaran 2017) Tercatat ada 742 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini. Sedangkan tahun lalu korban mencapai 1.261 orang. Adapun korban luka berat sebanyak 687 orang. Data tersebut menurun setengahnya dibandingkan tahun lalu. Korban luka ringan mencapai 1.148 orang, menurun dibandingan 461 orang pada tahun lalu. Tingkat fatalitas korban meninggal dunia menurun sekitar 41,2 persen. Rata-rata kecelakaan tersebut terjadi lantaran faktor kelelahan. Angka kecelakaan menurun, kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini juga mengalami penurunan sebanyak 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Kerugiannya mencapai Rp 2.7 milyar pada tahun ini dan tahun sebelumnya hanya Rp 3.6 milyar. Sebagai informasi, sebelum menjabat Menhub, Budi Karya Sumadi sudah sejak 1982 bekerja di PT Pembangunan Jaya sampai 2004 silam. Posisi tertinggi ia menduduki Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang memimpin pengembangan Ancol. Pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 ini juga sebelumnya didapuk menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo tahun 2004-2013. Sejumlah megaproyek di Ibu Kota berhasil dibereskan, di antaranya: revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio serta penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda. (Poy)Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017





























