LPDB Rancang Mobile Aplikasi untuk Pengajuan Dana Bergulir

LPDB Rancang Mobile Aplikasi untuk Pengajuan Dana Bergulir
Jakarta, Obsessionnews.com - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo menyadari banyak berbagai kendala dan tantangan yang tengah dihadapi lembaganya dalam menyalurkan dana bergulir kepada koperasi dan UKM yang menjadi mitranya. Kendala tersebut di antaranya daya serap koperasi belum seperti yang diharapkan, keterbatasan sumber daya manusia dan beberapa infrastruktur pendukung lainnya, serta LPDB tidak diperbolehkan membentuk cabang di daerah sehingga efektifitas dan efisiensi dalam penyaluran dana bergulir belum bisa maksimal. Untuk memecahkan permasalah penyaluran dana bergulir tersebut, lanjut Braman, LPDB akan membuat apa yang disebut dengan Financial Technologi (Fintech). Dengan mengembangkan teknologi baru ini diharapkan LPDB akan semakin meningkatkan kinerjanya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan Braman Setyo dalam sambutan peringatan 11 tahun berdirinya LPDB di Jakarta, Jumat (18/8/2017). Turut Hadir dalam kesempatan itu, Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati, para direksi, dewan pengawas, pendiri, serta pegawai di lingkungan LPDB-KUMKM. "Kita sekarang ini sudah masuk era digital sudah banyak lembaga yang memiliki teknologi yang canggih, kalau kita konvensional kita akan semakin ditinggal. Kita harus membangun modernisasi LPDB. Ini yang saya tekankan kita harus berubah," tandas Braman. Seiring dengan rencana pembuatan Fintech, LPDB akan menyiapkan sebuah aplikasi berbasis web dan mobile apps untuk pengajuan penjaman oleh mitra kepada LPDB. Kompetensi SDM akan disesuaikan, begitu pula koperasi sebagai salah satu mitra diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. "Karena arahan Pak Menteri (Puspayoga) sudah jelas yakni reformasi total koperasi, jadi koperasi harus menyesuaikan diri," ujar Braman. Braman mengatakan penerapan Fintech LPDB bisa memberikan manfaat, yang antara lain proses assessment penyaluran dana bergulir untuk KUMKM dilakukan secara online tanpa tatap muka, agar lebih efisien dan efektif, membangun Sistem informasi debitur untuk KUMKM sehingga lancar pembayaran cicilannya. Selain itu, membuatkan menu pembayaran cicilan LPDB ini di mitra channel finnet atau secara auto debet, serta PT Finnet (anak perusahaan PT Telkom) dapat membantu melaksanakan proses setlement pencairan dana LPDB maupun collection cicilan (by system). "Ini merupakan bentuk solusi Fintech LPDB dalam rangka modernisasi LPDB-KUMKM ke depan," katanya. HUT LPDB ke-11 Peringatan 11 tahun berdiri LPDB yang dirangkai dengan acara Tasyakuran, sekaligus memperkenalkan Braman Setyo sebagai Direktur Utama LPDB-KUMKM yang baru menggantikan Kemas Danial, diadakan secara sederhana. Diisi juga dengan acara pemberian santunan kepada orang yang tidak mampu. "Ini merupakn salah satu momentum bagus, bahwa LPDB jadi harapan dari semua pelaku usaha KUMKM yang mana cukup banyak layanan jasa keuangan sehingga ke depan harus melakukan intropeksi apakah yang dilakukan selama 11 tahun telah memberikan kontribusi kepada pelaku KUMKM," kata Braman. Braman baru sepekan ini menjabat sebagai Dirut LPDB yang baru. Berbagai langkah percepatan sudah disiapkan dalam rangka menjaga agar LPDB-KUMKM yang dipimpinnya tetap On The Track. Braman menyatakan siap berkolaborasi dengan para stakeholders untuk mendukung program yang akan dilakukan LPDB. "Secara internal selaku pemimpin pastinya ini ditugasi Pak Menteri agar LPDB lebih baik lagi. Manajemen yang lalu memang sudah baik tapi pak menteri harapan ini lebih baik lagi," harap dia. Yuana Sutyowati yang mewakili Menkop dan UKM Puspayoga berharap peringatan 11 tahun berdirinya LPDB ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk mempertajam visi misi kementerian untuk melaksanakan tugas layanan kepada Koperasi dan UKM, serta mampu menerapkan kebijakan yang strategis bersama stakeholders lainnya. "Ini inline dengan perjuangan pemerintah dalam mewujudkan koperasi berdaya saing dan produktifitas meningkat," tutur Yuana. Dalam perjalannya LPDB telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 8,49 triliun kepada 1 juta lebih UMKM melalui 4.299 mitra dalam periode waktu antara tahun 2008-2017. Sedangkan realisasi dana bergulir di tahun ini sebesar Rp 405,27 miliar yang disalurkan kepada 46.602 UMKM melalui 49 mitra. LPDB mencetak pendapatan bersih sebesar Rp 119,35 miliar pada Medio tahun 2017. Sehingga jika diakumulasikan, pendapatan bersih total dari tahun 2006 hingga 2017 adalah sebesar Rp 1,63 triliun. "Diharapkan LPDB berkontribusi lebih signifikan. Ulang tahun 11 ini sebetulnya usia yang mapan," ujar Yuana. (Has)