Kubu Pendukung dan Penentang Trump Bentrok di Seattle

Aksi demonstrasi para pendukung dan penentang Presiden Amerika Serikat di kota Seattle, berujung dengan bentrok fisik. IRIB (13/8) melaporkan, mereaksi rencana aksi pawai nasionalis, kelompok konservatif pendukung Donald Trump, Senin (13/8) di Seattle, sejumlah orang penentang Trump juga menggelar aksi tandingan. Aksi unjuk rasa itu akhirnya berujung bentrok fisik antara kelompok nasionalis ekstrem pendukung Trump dengan kelompok penentangnya. Untuk membubarkan kerusuhan, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran. Dalam bentrokan itu sejumlah demonstran ditangkap. Sejak hari Jumat hingga Sabtu malam di kota Charlottesville, Virginia terjadi bentrokan sengit antara kelompok Supremasi Kulit Putih dengan penentangnya. Pada pawai hari Sabtu lalu yang digelar kelompok Supremasi Kulit Putih di Charlottesville yang diikuti juga oleh kelompok Neo-NAZI, ultra nasionalis dan pendukung Trump, terdengar slogan-slogan keras dukungan atas keunggulan Amerika, ras kulit putih dan anti-migran. Dalam pawai itu tiga orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya terluka. Para peserta pawai pendukung supremasi kulit putih di Amerika menuntut penerapan aturan anti-migran di negara itu, dan salah satu pendukung Donald Trump adalah kelompok supremasi kulit putih, Ku Klux Klan, KKK. Petinggi Korsel Kritik Donald Trump Asisten senior presiden Korea Selatan (Korsel) mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait Semenanjung Korea. Menurut laporan IRNA, Moon Jung-in, asisten tinggi presiden Korsel Ahad (13/8) seraya mengkritik statemen provokatif terbaru Donald Trump terhadap Korea Utara serta eskalasi tensi di kawasan mengatakan, "Tidak diharapkan presiden Amerika Serikat melontarkan statemen provokatif seperti ini." Moon Jung-in menambahkan, tidak ada sikap yang jelas dari Donald Trump dan pernyataan seperti ini malah membuat kebingungan. Kondisi Semenanjung Korea kini semakin memanas akibat kebijakan permusuhan, provokatif dan sepihak Amerika terhadap Korea Utara. Pyongyang berulang kali menekankan selama Amerika dan sekutunya melanjutkan ancamannya kepada Korut, negara ini juga akan melanjutkan peningkatan kemampuan militer serta serangan preemtivenya. (ParsToday)





























