Awas! Valentine Politik Asing untuk Rusak Generasi Bangsa

Awas! Valentine Politik Asing untuk Rusak Generasi Bangsa
Bandung, Obsessionnews - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati, Bandung, Dr Sahya Anggara mememberkan, Valentine merupakan politik asing untuk merusak generasi bangsa. "Perayaan Valentine yang disebutkan sebagai hari kasih sayang justru akan membuat generasi muda Indonesia melakukan pembenaran terhadap apapun yang terjadi saat perayaan tersebut dengan dalih kasih sayang," ungkap Dr Sahya Anggara, Sabtu (13/2/2016). Dekan FISIP UIN ini mengingatkan, semua orangtua untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka menjelang perayaan Valentine besok, bahkan di sejumlah tempat akan digelar malam ini. Menurut Sahya, perayaan Valentine tidak saja bertentangan dengan norma agama, tapi juga norma sosial dan tatanan kebangsaan, sehingga pihaknya mendukung upaya Pemerintah Kota dan Kabupaten Bandung untuk melarang remaja menggelar acara yang bertajuk hari kasih sayang tersebut. Menurut Sahya, rasa kasing sayang tidak bisa hanya ditunjukan dalam sehari dalam setahun, namun selebihnya tidak ada kasih sayang. valentine Day-- Ia memaparkan, setiap hari dan setiap saat rasa kasih sayang dapat ditunjukan kepada siapa pun baik kepada keluarga, orangtua dan kepada makhluk hidup lainnya, sehinga tidak terbatas pada satu hari besok saja. "Masa' rasa kasih sayang hanya ditunjukkan sehari dalam setahun, sementara 364 hari lainnya tidak ada kasih sayang, kan itu salah dengan logika saja sudah bertentangan," kecamnya. Sahya mengungkapkan, dalam sebuah peperangan untuk menjatuhkan lawan tidak harus dengan berhadapan, bisa saja strateginya melalui penghancuran budaya dan masuk ke dunia remaja, maka akan mudah menjatuhkan lawan. "Jadi, politik yang dilakukan asing itu, mereka masuk ke dalam kehidupan budaya kita, mendekati para remaja, kaum muda dipoles dengan bahasa kasih sayang, maka budaya kita akan hancur, sehingga kewaspadaan ekstra harus diterapkan saat ini," bongkarnya. Sahya meneyerukan, pihaknya sangat mendukung apabila pelarangan terhadap perayaan Valentine oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bandung dibarengi dengan pengawasan dan penutupan tempat hiburan malam yang kerapkali dijadikan media untuk terjadinya perayaan Valentine tersebut. Ia mengamati, sejak lama kejadian yang terus berlangsung itu banyak membawa madarat bagi remaja. "Bahkan tidak sedikit para remaja putri direnggut kegadisannya pada malam tersebut dengan dalih kasih sayang," sesalnya. (Dudy Supriyadi)