Dua Kubu Golkar Desak Setya Novanto Mundur

Jakarta, Obsessionnews – Kalangan muda Partai Golkar, baik kubu hasil Munas Bali maupun Munas Ancol, mendesak Setya Novanto mundur dari jabatan ketua DPR RI guna membangun tradisi kepemimpinan yang bermartabat bagi bangsa ini. Pasalnya, bukti rekaman pembicaraan Setya Novanto dengan Dirut Freeport Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Riza Chalid merupakan perbuatan nyata melanggar etika dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Pernyataan sikap bersama ini ditegaskan Rabu (9/12/2015), dalam jumpa pers bersama Generasi Muda Golkar dari kedua kubu Golkar, diantaranya Andi Sinulingga, Ahmad Doli Kurnia, Dave Laksono, Ace Hasan Sadzily, Sirajuddin Abdul Wahab, Neil Iskandar, Mirwan MZ Vauly, Syamsul Rizal, Mukhtaruddin, dan Vasco Ruseimy. "Kami meminta sudara Setya Novanto untuk legowo mundur dari jabatannya. Ini dalam rangka membangun tradisi kepemimpinan yang lebih bermartabat bagi bangsa ke depan," tutur Jurubicara Generasi Muda Golkar, Andi Sinulinga. Ia menegaskan, generasi muda Partai Golkar sangat menjunjung tinggi pemberantasan korupsi, sehingga apa yang dilakukan Novanto dapat dianggap sebagai pelanggaran serius atas sumpah jabatannya sebagai Ketua DPR. “Kami menyatakan malu atas perilaku kader Golkar Setya Novanto, yang telah nyata melakukan perbuatan tercela!" serunya. Menurut Andi, apabila Novanto sukarela meletakkan jabatan sama saja membangun tradisi kepemimpinan yang bermartabat. Ia pun mencontohkan Ketua DPR Australia Bronwyn Bishop yang mundur setelah tiga minggu didesak. Padahal kesalahan Bishop, hanya menggunakan uang negara Rp50 juta, untuk kepentingan partai. "Uang itu juga sudah diganti, tapi karena punya moral yang tinggi, dia mundur," tegasnya. [caption id="attachment_80890" align="aligncenter" width="640"]
Jumpa pers bersama Generasi Muda Golkar desak Setya Novanto mundur dari jabatan ketua DPR, Rabu (9/12).[/caption] Tokoh muda Golkar Ahmad Doli Kurnia yang juga Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, mengatakan partainya tidak ingin dicap sebagai partai koruptor dengan mengkaitkan kasus pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. Ia menegaskan bersama tokoh muda Golkar lainnya meminta agar Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya. Sebab, secara tidak langsung dengan adanya kasus tersebut membawa kerugian bagi Golkar. Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar semakin menurun. "Partai Golkar sampai disebut sebagai sarangnya koruptor. Bahkan, ada yang minta Partai Golkar dibubarkan melalui petisi," tuturnya. Ia pun berencana akan melaporkan kasus Setya Novanto ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, Setya Novanto patut diduga terlibat dalam kasus korupsi bukan hanya dalam kasus "Papa minta saham" tapi juga kasus-kasus lain. (Albar)
Jumpa pers bersama Generasi Muda Golkar desak Setya Novanto mundur dari jabatan ketua DPR, Rabu (9/12).[/caption] Tokoh muda Golkar Ahmad Doli Kurnia yang juga Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, mengatakan partainya tidak ingin dicap sebagai partai koruptor dengan mengkaitkan kasus pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. Ia menegaskan bersama tokoh muda Golkar lainnya meminta agar Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya. Sebab, secara tidak langsung dengan adanya kasus tersebut membawa kerugian bagi Golkar. Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar semakin menurun. "Partai Golkar sampai disebut sebagai sarangnya koruptor. Bahkan, ada yang minta Partai Golkar dibubarkan melalui petisi," tuturnya. Ia pun berencana akan melaporkan kasus Setya Novanto ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, Setya Novanto patut diduga terlibat dalam kasus korupsi bukan hanya dalam kasus "Papa minta saham" tapi juga kasus-kasus lain. (Albar)




























