Eks Dubes Vatikan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Dominika - Vatikan akan mengajukan mantan duta besarnya untuk Republik Dominika, Jozef Wesolowski, ke pengadilan atas dugaan pelecehan seksual dan pornografi anak-anak. Paus Fransiskus juga menerima pengunduran diri seorang uskup agung Amerika Serikat dan wakilnya. Mereka dituntut di Minnesota karena tidak memperhatikan pelecehan seksual yang dilakukan pastor. Jozef Wesolowski dituduh melakukan pelecehan seksual anak-anak di Republik Dominika dari tahun 2008 sampai 2013. Dia dikenai tahanan rumah di Vatikan. Pengadilan akan dimulai pada tanggal 11 Juli. Wesolowski, 66 tahun, juga dituduh memiliki pornografi anak-anak, sejak dirinya kembali ke Roma pada tahun 2013. Tindakan ini merupakan bagian dari operasi yang dilakukan Paus Fransiskus terhadap pastor dan pegawai Gereja yang melecehkan anak-anak. Tahun lalu, Paus membandingkan tindakan pihak-pihak yang melakukan kejahatan ini sebagai "misa para setan". Dia juga memperkuat hukum Vatikan terkait pelecehan anak-anak. Wesolowski, yang berasal dari Polandia, ditarik dari Republik Dominika pada tahun 2013, setelah muncul tuduhan dirinya melecehkan anak laki-laki di negara tersebut. Kasus SMS Seks Anak [caption id="attachment_45053" align="alignnone" width="640"]
Gambar telanjang eksplisit diri mereka sendiri di media sosial menjadi suatu "hal yang biasa". (bbc.co.uk)[/caption] Petugas perlindungan anak menyelidiki rata-rata satu kasus SMS seks atau sexting setiap harinya, kata National Crime Agency (NCA) Inggris. Pengiriman gambar telanjang eksplisit diri mereka sendiri di media sosial menjadi suatu "hal yang biasa" di antara remaja. Hal ini membuat mereka peka terhadap eksploitasi atau pemerasan, tambahnya. Sebuah kampanye dilakukan untuk memberikan nasihat kepada anak-anak dan orang tua mereka jika anak mereka terlibat sexting. Pusat NCA bagi penanggulangan pelecehan, Ceop Command, mengatakan mereka menerima rata-rata satu buah laporan per hari masalah perlindungan anak terkait SMS seks. Dalam beberapa kasus anak muda menjadi sasaran orang asing yang berusaha memeras karena foto yang mereka ambil. Kasus lain melibatkan pesan pribadi antara teman yang diteruskan ke pihak lain atau pengguna menaruh foto diri mereka di situs internet atau media sosial dengan pengaturan privasi rendah. Zoe Hilton dari Ceop Command mengatakan," Sesuatu yang pada mulanya normal dan polos bagi anak muda, malangnya menjadi sesuatu yang cukup mengerikan sehingga diperlukan campur tangan untuk melindungi anak." (bbc.co.uk)
Gambar telanjang eksplisit diri mereka sendiri di media sosial menjadi suatu "hal yang biasa". (bbc.co.uk)[/caption] Petugas perlindungan anak menyelidiki rata-rata satu kasus SMS seks atau sexting setiap harinya, kata National Crime Agency (NCA) Inggris. Pengiriman gambar telanjang eksplisit diri mereka sendiri di media sosial menjadi suatu "hal yang biasa" di antara remaja. Hal ini membuat mereka peka terhadap eksploitasi atau pemerasan, tambahnya. Sebuah kampanye dilakukan untuk memberikan nasihat kepada anak-anak dan orang tua mereka jika anak mereka terlibat sexting. Pusat NCA bagi penanggulangan pelecehan, Ceop Command, mengatakan mereka menerima rata-rata satu buah laporan per hari masalah perlindungan anak terkait SMS seks. Dalam beberapa kasus anak muda menjadi sasaran orang asing yang berusaha memeras karena foto yang mereka ambil. Kasus lain melibatkan pesan pribadi antara teman yang diteruskan ke pihak lain atau pengguna menaruh foto diri mereka di situs internet atau media sosial dengan pengaturan privasi rendah. Zoe Hilton dari Ceop Command mengatakan," Sesuatu yang pada mulanya normal dan polos bagi anak muda, malangnya menjadi sesuatu yang cukup mengerikan sehingga diperlukan campur tangan untuk melindungi anak." (bbc.co.uk) 




























