Ratusan WNI dari Wuhan Dikarantina di Natuna

Khawatir terjangkit wabah virus ‘mematikan’ corona yang bisa menular, ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, harus dikarantina di Natuna. Bahkan, meski kedatangan mereka juga disambut aksi demonstrasi oleh penduduk Natuna yang menolak agar Win dari Wuhan tidak ditempatkan di wilayah paling utara Indonesia tersebut karena khawatir dianggap sebagai penyebar penyakit. Kementerian Kesehatan meminta semua pihak terkait untuk menyiapkan langkah antisipatif setelah ratusan WNI asal Provinsi Hubei, China, nanti kembali ke wilayahnya masing-masing setelah proses observasi berakhir dua pekan lagi. Seorang pejabat Kemenkes menyatakan dia mengkhawatirkan kondisi psikologis lebih dari 240 orang WNI ketika mereka kembali ke lingkungan sekitar rumahnya, usai mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, selama dua pekan. https://youtu.be/Jsbx00x_uKk Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan beberapa mahasiswa Indonesia yang sudah dievakuasi mengaku takut ditolak lingkungan sekitar rumah lantaran dianggap sebagai penyebar penyakit. "Ada loh yang saat perjalanan mengatakan, 'Pak kami gimana setelah ini pulang, kami tidak dianggap sebagai orang yang berpotensi menyebar penyakit?' Ini kan sesuatu yang harus disikapi dengan benar," kata Achmad Yurianto kepada Quin Pasaribu untuk BBC News Indonesia, Minggu (2/2/2020). "Mereka bukan setumpuk daging dan tulang yang ada penyakitnya. Mereka manusia yang punya jiwa," ujarnya. https://youtu.be/xmIBfh39cew Karena itulah, dia mengatakan pemerintah pusat dan daerah harus memperhatikan persoalan yang kemungkinan muncul di kemudian hari begitu mereka pulang ke daerah asal. "Kan nggak salah kalau tetangga salah persepsi terus dia pulang diusir piye? Jadi bagi saya efek psikologis takut pulang dan tidak diterima lingkungan, itu bisa menimbulkan problem lagi." BBC Indonesia sudah menghubungi sejumlah WNI yang sedang mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, namun telepon seluler mereka dimatikan. Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, akan menjalan proses karantina selama 14 hari untuk memastikan tidak terjangkit virus corona ketika pulang ke daerah asal. Selain para mahasiswa, ada lima orang tim aju dan 42 orang yang bertugas menjemput selama proses evakuasi di Wuhan, China, juga akan diobservasi. https://www.youtube.com/watch?v=qlOYG-dLMdE Demo ‘Tolak’ WNI Asal Wuhan Masyarakat Pulau Natuna menggelar aksi demonstrasi menolak menempatkan kedatangan WNI asal Wuhan, China, di Natuna, karena masyarakat setempat takut tertular virus corona. Kekhawatiran adanya penolakan terhadap WNI yang baru saja dievakuasi dari Wuhan, sejauh ini belum terbukti, namun sebagian masyarakat di Pulau Natuna sudah memprotes kedatangan mereka, karena takut terpapar. Sejumlah anggota masyarakat setempat melakukan aksi demo yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan, China, dengan melakukan unjuk rasa di depan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai dan di halaman kantor DPRD Natuna. Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Natuna, Defrizal, mengatakan warga menolak karena resah akan terdampak virus corona. "Karena informasi mengenai virus corona di media sosial dan televisi luar biasa menakutkan dampaknya dan mereka sebagai orang awam memahaminya begitu. Sementara dari Kementerian Kesehatan tidak ada sosialisasi," ujar Defrizal kepada BBC Indonesia lewat sambungan telepon, Minggu (2/2). https://www.youtube.com/watch?v=HuSwhq3zfNs Defrizal bercerita Pemkab Natuna sama sekali tidak diberitahu dan dilibatkan mengenai lokasi observasi tersebut. Kabar tentang Natuna dijadikan pusat karantina pun beredar di masyarakat sejak akhir Januari melalui pemberitaan di media. Minimnya informasi, menurut Dafrizal, juga menjadi penyebab penolakan. "Kedatangan evakuasi ini memang sangat tiba-tiba dan tanpa sosialisasi, tanpa sepengetahuan memadai seperti apa penyakit virus ini dan penyebarannya gimana." "Dari pemda tentunya agak kaget dan kita juga mau bantu sosialisasi bingung, karena sudah mendesak. Jadi kita hari ini kita cuma bisa lakukan tindakan pencegahan, bagikan masker." "Kita coba menenangkan masyarakat karena virus itu sangat mengkhawatirkan masyarakat." Adapun mengenai lokasi observasi, Defrizal membantah pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang mengklaim jauh dari permukiman warga. Ia mengatakan, jaraknya hanya sekitar 1,1 kilometer. "Kami tetap berupa semaksimal mungkin (menenangkan), tapi setingkat Menteri saja tak didengar." https://www.youtube.com/watch?v=cS3y95LR3oQ Tiga WNI Masih Tertinggal di China, Empat Menolak Evakuasi Tiga orang WNI masih tidak bias keluar dari China bersamaan dengan evakuasi WNI di Wuhan, asal virus Corona. Mengapa China tidak meloloskan tiga orang WNI pulang ke Indonesia? Dilaporkan ada tiga warga yang gagal dibawa pulang ke Tanah Air lantaran sakit sehingga tak lolos skrining otoritas kesehatan China. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan tiga warga negara Indonesia yang tak ikut dievakuasi itu mengalami gejala batuk dan demam di atas 37 derajat celcius. Itu diketahui, saat pengecekan kesehatan terhadap ratusan orang yang hendak diterbangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, disebut 'tak memenuhi syarat karena sakit'. "Jadi Otoritas China betul-betul ketat memeriksa WNI yang ada di Wuhan dan yang mau pulang. Di Wuhan dan di bandara dilakukan dobel skrining untuk bisa naik ke pesawat. "Ternyata dua orang batuk dan satu demam dengan suhu di atas 37 derajat celcius. Ini sesuai ketentuan tidak boleh meninggalkan China karena harus ditangani oleh otoritas kesehatan China," ujar Achmad Yurianto kepada BBC Indonesia, Minggu (02/02). Namun begitu ia tak bisa memastikan apakah ketiganya positif terjangkit virus corona. Yang pasti katanya, mereka dalam pantuan ketat KBRI Beijing. "Ya tidak semudah itu kan untuk mengatakan dia terinveksi (virus corona) dan untuk apa takut? Yang sembuh saja sudah lebih dari 300 orang kok," imbuhnya. Sementara itu, ada empat orang lainnya disebut menolak dievakuasi. "Yang empat menyatakan mundur, tidak mau (dievakuasi) lebih nyaman tinggal di sana." (*/BBC) https://www.youtube.com/watch?v=GKZS6Fxs_e0 Demo warga Natuna tolak WNI dri Wuhan. Video diuploud Muhammad Zalaludin (Youtube)





























