Kamis, 20 Juni 24

Rakyat Aceh Geram Terhadap PM Australia

Rakyat Aceh Geram Terhadap PM Australia

Banda Aceh,  Obsessionnews – Pasca pernyataan Perdana Menteri (PM) Tony Abbort yang mengkaitkan eksekusi hukuman mati dua warga Australia di Indonesia dengan bantuan tsunami Aceh, Koordinator Koalisi Pro Indonesia, Andi Sinulingga menegaskan akan membuka posko nasional ‘Coin for Australia’ di Jakarta.

“Posko ini dibuka untuk bisa berkordinasi terkait koin yang terkumpul serta aksi pengumpulan koin ini dilakukan hingga PM Australia Tony Abbott meminta maaf langsung kepada warga Indonesia khususnya rakyat Aceh,” jelas Andi kepada Obsessionnews.com, Senin (23/2/2015).

“Besok kita akan umumkan posko nasional di Jakarta, supaya bisa koordinasi terkait koin yang terkumpul dan kami menegaskan kepada Tony Abbott untuk meminta maaf langsung, bukan diwakili oleh Kemenlu-nya,” tandasnya.

Andi menilai, ucapan Abbott yang meminta Indonesia mengingat bantuan pada saat Aceh dilanda tsunami telah melukai hati rakyat Aceh dan harga diri bangsa Indonesia. Pemerintah diharapkan agar tegas mengenai hal ini dan akan lebih baik agar bantuan dari Australia tersebut dikembalikan saja demi harga diri bangsa.

“Setelah koin itu terkumpul, maka kita akan menyerahkan ke dubes australia di Indonesia. Kepada Jokowi kami meminta agar ‘Bali Nine’ segera mengeksekusi mati serta merespon tegas terhadap prnyataan Tony Abbott itu, bila perlu bantuan yang satu triliun itu dikembalikan saja demi harga diri bangsa,” tegas Andi.

Ia berharap, dengan adanya posko ini dapat mempermudah bagi rakyat Indonesia dalam mempertahankan harga diri bangsa, sehingga koordinasi di seluruh penjuru tanah air sangat diperlukan.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Aceh, Samsul B Ibrahim juga mengecam pernyataan tak terpuji Perdana Menteri Australi Tony Abbot, mengenai bantuan kemanusiaan pasca musibah gempa dan tsunami pada 2004 silam. Sebagai negarawan, Samsul mendesak Tony Abbot meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Aceh dengan mengunjungi Serambi Mekkah.

“Kita menghargai keinginan Australia yang meminta pembatalan hukuman gantung terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran karena kasus Narkoba. Bahkan ketika enam mantan PM Australia yakni Malcolm Fraser, Bob Hawke, Paul Keating, John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard menyerukan hal yang sama, kami pikir ini sebuah langkah maju yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh Australia dalam memproteksi warganya,” paparnya, Minggu (22/2).

“Namun mengungkit bantuan kemanusiaan seperti pernyataan Abbot adalah dosa besar sekaligus mencoreng wajah warga Australia yang mungkin ikhlas membantu Aceh. Dia harus datang ke Aceh untuk meminta maaf secara langsung,” geramnya.

Ia pun berharap, tokoh-tokoh dan seluruh warga Australia tidak membiarkan perilaku tercela Tony Abbot ini merusak hubungan diplomatis kedua negara. Apalagi selama ini, hubungan kedua negara ini selalu memberikan kontribusi yang terukur bagi kedua negara baik di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan hal-hal lainnya.

“Kami meminta tokoh-tokoh serta warga Australia untuk menyadarkan Tony Abbot. Mereka harus mendesak Abbot meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh di Aceh, bukan di Canberra. Dia harus berani meminta maaf. Kalau tidak, ini akan menjadi catatan sejarah betapa warga Australia rela dipimpin oleh sosok yang tidak bermoral seperti Abbot!” seru Samsul. (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.