Minggu, 1 November 20

Racun Kalajengking Obat Masa Depan Kedokteran Modern

Racun Kalajengking Obat Masa Depan Kedokteran Modern
* Kalajengking.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekilas memang tidak ada yang aneh dari kalajengking, binatang melata ini mendadak ramai diperbicangkan publik setelah keluar dari mulut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu d negeri ini menyebutkan bahwa kalajengking memiliki potensi yang luar biasa karena racunnya.

Racun kalajengking memiliki nilai jual paling tinggi di dunia saat ini.  Harganya sekitar Rp 145 miliar per liter. Tak pelak, Jokowi pun mengimbau kepada masyarakat untuk melakoni bisnis kalajengking untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. Ucapan Jokowi ditanggapi beragam, banyak yang nyinyir banyak juga support.

Terlepas dari kontroversi itu, Ramadhan Eka Putra, peneliti serangga dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, racun serangga memiliki potensi luar biasa. Manfaat racunnya sangat dibutuhkan dalam dunia kedokteran modern.

Tak tanggung, Rama mengungkap, racun kalajengking bisa digunakan untuk mengobati penyakit ganas, seperti kanker karena molekulnya yang kecil dapat mencapai bagian tubuh yang sulit dijangkau, seperti otak. Lantas kenapa bisa mahal? Kalajengking adalah binatang langka.

“Jumlahnya sangat sedikit dan satu kalajengking memiliki karakter racun yang berbeda, dihasilkan untuk membunuh atau karena ketakutan. Sulit sekali membuat racun yang sangat spesifik,” kata Rama.

Lalu proses untuk mengelola racun menjadi obat yang berkhasiat tidaklah mudah. “Pengolahannya susah banget, untuk membuat racun yang sangat spesifik. Pengolahan juga perlu proses dan hanya kurang dari 10 persen dari bagian venom (racun) yang diketahui fungsinya.”

Jenis racun yang dihasilkan kalajengking adalah racun saraf seperti halnya yang dihasilkan ular kobra. “Keunikannya bisa berkaitan dengan sel saraf. Saat racun masuk ke sistem saraf, akan masuk ke sistem saraf besar. Dalam beberapa kasus digunakan untuk terapi kanker karena bisa dengan cepat masuk ke sel saraf terutama di otak,” ujarnya.

Rama menyebut pengobatan dengan racun kalajengking digunakan karena ukurannya lebih kecil yang susah ditembus oleh obat kanker konvensional. Ia mencontohkan salah satu kasus kanker otak yang dialami seorang bocah berusia dua tahun di Amerika. Dalam perawatannya, dokter melakukan terapi racun kalajengking agar bisa mencapai otak.

Rama, dosen pada Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB, mengatakan, racun kalajengking saat ini dipakai sebagai cikal bakal obat masa depan.
“Di masa depan, ini menjadi salah satu sumber obat yang luar biasa. Potensinya luar biasa. Tak hanya racun kalajengking, bisa juga binatang lain,” ujar Rama. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.