Minggu, 25 Oktober 20

Presiden Putin Dituding Beri Racun ke Tokoh Oposisi

Presiden Putin Dituding Beri Racun ke Tokoh Oposisi
* Alexei Navalny bagikan foto dirinya yang tampak kurus, tapi berdiri tanpa bantuan. (Foto: EPA/BBC)

Tokoh politisi oposisi Rusia, Alexei Navalny menuding Presiden Putin telah memerintahkan agen saraf kimia kelompok Novichok, telah meracuni dirinya hingga dilarikan ke rumah sakit di Jerman. Setelah pulih dari racun saraf Novichok, pemimpin oposisi Rusia itu menyebut ‘provokasi’ Presiden Putin telah gagal.

Alexei Navalny yang diracuni dengan agen saraf Novichok telah meninggalkan rumah sakit di Berlin, Jerman. Rumah Sakit Charité Berlin itu mengatakan kondisi “pengkritik abadi” Presiden Rusia Vladimir Putin itu telah berangsur pulih sehingga perawatan medis-intensif dihentikan.

Navalny lalu mengunggah foto dirinya sedang berdiri tanpa bantuan di media sosial dan menuliskan bahwa dokter telah berupaya yang terbaik sehingga dirinya dapat pulih total.

Hasil tes toksikologi menunjukkan “bukti tegas” bahwa Navalny telah diracuni agen saraf kimia kelompok Novichok, kata pemerintah Jerman.

Navalny pingsan dalam penerbangan dari Siberia pada 20 Agustus lalu, dan dipindahkan ke rumah sakit Charité di ibu kota Jerman.

Tim Navalny menuduh racun itu berasal dari perintah Presiden Putin, walaupun Kremlin dengan tegas membantah terlibat.

Pemerintah Jerman mengecam serangan itu dan meminta Rusia segera memberikan penjelasan.

“Ini merupakan perkembangan yang mengganggu bahwa Alexei Navalny menjadi korban agen saraf kimia di Rusia,” ujar pernyataan pemerintah Jerman.

Kanselir Angela Merkel telah bertemu dengan para menteri senior untuk membahas langkah selanjutnya.

Kremlin mengatakan belum menerima informasi dari Jerman bahwa Navalny telah diracun menggunakan agen saraf Novichok, kantor berita Rusia Tass melaporkan.

Pihak rumah sakit mengatakan Navalny yang berusia 44 tahun telah menghabiskan 32 hari di sana, termasuk 24 hari dalam perawatan intensif. (Red)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.