Senin, 18 Januari 21

Prabowo: Saya Tak Ada Niat Menghina Warga Boyolali

Prabowo: Saya Tak Ada Niat Menghina Warga Boyolali
* Prabowo menjunjung anak kecil di depan para relawan. (Foto Twitter Prabowo)

Jakarta, Obsessionnews.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak ada maksud menghina warga Boyolali seperti yang selama ini banyak dituduhkan. Pernyataan Prabowo yang menimbulkan polemik adalah istilah “tampang Boyolali”. Menurut Prabowo istilah itu hanya candaan biasa.

Pernyataan Prabowo diungkapkan dalam sebuah video yang diunggah oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di akun Twitter-nya, Selasa (6/11/2018).

Dahnil menanyakan, “Lagi rame nih, Pak. Katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena menyebut ‘tampang Boyolali’. Padahal Bapak kan juga tampang Bojongkoneng. Ini bagaimana, Pak?”.

Menanggapi pertanyaan ini, Prabowo mengatakan, ia tak bermaksud seperti itu. “Saya kira itu berlebihan (kalau dituduh menghina). Saya tidak ada niat sama sekali,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut istilah “tampang Boyolali” dalam pertemuan dengan tim pemenangan pada acara peresmian kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018).

Menurut Prabowo, audiens yang hadir saat tidak terlalu banyak, sekitar 400 sampai 500 orang yang merupakan kader partai politik koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga. Prabowo ingin menggunakan bahasa familiar sehingga muncul kalimat “Tampang Boyolali”

“Itu kan cara saya kalau bicara itu familiar dari istilah atau bahasa-bahasa dari seorang teman,” kata dia.

Prabowo menegaskan, istilah “tampang Boyolali” digunakan untuk menunjukkan rasa empati dan solidaritas atas permasalahan yang dialami masayrakat. Hal ini menyangkut persoalan ketimpangan sosial antara orang kaya dan orang miskin.

“Itu kan seloroh dalam arti empati dan solidaritas saya dengan orang. Saya tahu kondisi kalian, kan gitu, yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Semua orang tahu di Indonesia ini (ketimpangan sosial) makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan di Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Maksud saya itu,” kata Prabowo. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.