PM Baru Lebanon Tolak Menteri 'Pesanan'

PM Baru Lebanon Tolak Menteri 'Pesanan'
Hebat! Perana Menteri (PM) Lebanon yang baru terpilih, Hassan Diab, menyatakan tegas segera membentuk menteri independen serta menolak menteri ‘pesanan’, termasuk pesanan partai politik maupun pesanan cukong/bohir. Bahkan, sang PM bakal membentuk kabinet yang tidak gendut yaitu maksimal hanya 20 menteri agar efektif dan efisien. PM Lebanon Hassan Diab juga menegaskan, pemerintahan baru di Lebanon akan dibentuk dalam waktu tercepat dan dirinya menyetujui tuntutan demonstran mengenai kabinet teknokrat dan independen. Diab dalam sebuah komentar di Beirut, menuturkan bahwa ia tidak memiliki afliasi politik, tetapi didukung oleh semua kelompok Lebanon untuk segera membentuk pemerintah. "Saya akan membentuk sebuah pemerintahan dengan kehadiran maksimal 20 menteri. Saya tidak akan menerima pra-syarat apapun dari kelompok mana pun untuk tujuan ini," tegasnya seperti dilansir ParsToday, Minggu (22/12/2019). https://www.youtube.com/watch?v=WA1ntS0LwSk Menurut Diab, dalam situasi saat ini, semua kelompok dan faksi politik harus bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Lebanon. Hassan Diab adalah tokoh Sunni Lebanon dan mantan menteri pendidikan tinggi negara itu. Ia mendapat dukungan dari parlemen untuk menyusun kabinet baru. Lebanon dilanda demonstrasi anti-pemerintah sejak 17 Oktober 2019. Seluruh lapisan masyarakat mengambil bagian dalam aksi ini dan untuk pertama kalinya, secara serentak menyuarakan penentangannya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri setelah didemo hampir dua pekan oleh warganya, sebuah langkah yang semakin memperburuk situasi di negara tersebut. (*/ars)