Minggu, 9 Agustus 20

PLBN Sei Pancang Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

PLBN Sei Pancang Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan
* Maket pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Pancang di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: Kementerian PUPR)  

Jakarta, Obsessionnews.com  – Pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan. Sekaligus mengurangi disparitas, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Untuk mendukung ketersediaan infrastruktur di wilayah terluar atau perbatasan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

 

Baca juga:

Di Masa Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Penyaluran PKT

Jokowi akan Resmikan PLBN Terpadu di Belu

Basuki Hadimuljono Menteri yang Tak Mau Pakai WhatsApp, Apa Alasannya?

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun juga menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” tutur Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).

Di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, Kementerian PUPR membangun empat PLBN, yakni PLBN Terpadu Sei Pancang, PLBN Terpadu Long Midang dan PLBN Terpadu Labang di Kabupaten Nunukan, serta PLBN Terpadu Long Nawang di Kabupaten Malinau.

Pembangunan PLBN Terpadu Sei Pancang di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, telah dimulai pada 24 Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 17 Juli 2021. Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai 1,37%. Nilai kontrak pembangunan PLBN ini sebesar Rp 226,18 miliar.

Pembangunan PLBN ini dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi bangunan utama, mess pegawai, Wisma Indonesia, lansekap, pekerjaan interior, X-Ray cabin baggage, metal detector, jalan dan parkir kendaraan, jembatan serta mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP) kawasan. Bangunan utama akan dibangun setinggi 3 lantai seluas 5.613 m2, mess pegawai dibangun setinggi 2 lantai dengan luas 1.904 m2 dan Wisma Indonesia dibangun setinggi 2 lantai seluas 1.888 m2.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.