Minggu, 29 November 20

Petinggi NU Marah Besar Benderanya Dijadikan Alat Politik Sandiaga Uno

Petinggi NU Marah Besar Benderanya Dijadikan Alat Politik Sandiaga Uno
* Sandiaga Uno menggunakan bendera NU untuk kampanye. (Foto: detik)

Pamekasan, Obsessionnews.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Marzuki Mustamar mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap oleh cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang menggunakan bendera NU untuk kepentingan politiknya.

Sandiaga diketahui menggunakan bendera NU saat berkampanye di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Kamis (4/4/2019). Penggunaan bendara NU dinilai sangat kuat dengan muatan politik.

Marzuki mengatakan, bendera NU sebagai simbol ahlussunnah wal jamaah tidak boleh digunakan oleh kelompok yang menentang NU dan punya niat untuk menghancurkan NU dan Indonesia. Kelompok itu ada di barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga.

“Kejadian di Lumajang  bendera NU diapakai kampanye cawapres nomor urut 02, saya tidak rela dunia akhirat. Apalagi di dalamnya ada PAN, PKS yang terang-terangan menolak tahlilan, ziarah kubur, diba’an, manakiban, tawasulan dan tradisi NU lainnya,” ujar Marzuki, saat menghadiri kegiatan Turba dan konsolidasi organisasi NU zona Madura, di Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Sabtu (6/4).

Marzuki mengatakan, bendera NU itu khawatir digunakan untuk kebatilan. Apalagi ada paslon capres yang terang-terangan didukung oleh kelompok salafi wahabi, kemudian simbol yang dipakai, bertentangan dengan wahabi. Hal itu yang dimaksud kebatilan. Alias kontradiktif.

“Saya khawatir mereka berkhianat kepad NU dan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Hadratus Syaikh Kholil bin Abdul Latif Bangkalan, Hadratus Syaikh Wahab Hasbullah,” tegasnya.

Sebelumnya qPCNU Lumajang juga memprotes keras penggunaan bendera NU oleh Sandi saat kampanye di Lumajang.

Saat dikonfirmasi, Sandi mengaku saat itu diminta seseorang untuk memegang bendera tersebut. Ia menyatakan tidak ada yang salah jika dirinya melakukan hal itu karena ia sendiri adalah anggota NU.

“Kami banyak sekali bertemu dengan elemen masyarakat di rapat umum. Saya diminta-minta untuk memegang bendera NU, dan saya sendiri adalah anggota NU, saya memegang karta NU (kartu tanda anggota NU),” kata Sandi kepada wartawan usai menghadiri kampanye terbuka di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang, Sabtu.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, NU adalah organisasi yang bisa dimiliki oleh semua golongan masyarakat termasuk dirinya. Ia pun berharap organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu menjadi perekat bangsa.

“NU milik semua, NU ada di atas semua golongan. Masa seorang anggota NU tidak boleh membawa bendera NU. Jadi, mudah-mudahan ini menjadi salah satu perekat bangsa kita karena NU ini adalah organisasi massa Islam yang terbesar. Saya berpikir NU menaungi semua pihak,” paparnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.