Kamis, 21 November 19

Perusahaan Cina, Huawei Diseret AS Ke Pengadilan

Perusahaan Cina, Huawei Diseret AS Ke Pengadilan
* Pemerintah AS mendorong perusahaan dan negara lain untuk tidak membeli produk Huawei. (BBC)

Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah melayangkan tuntutan pidana terhadap perusahaan teknologi asal Cina, Huawei, dan direktur keuangannya, Meng Wanzhou. Di dalam tuntutan itu, AS menuduh Huawei melakukan penipuan terhadap bank, mengganggu proses penegakan hukum, dan pencurian teknologi.

Kasus tersebut dapat meningkatkan ketegangan antara Cina dan AS dan menghambat ekspansi bisnis Huawei secara global. Meng dan pihak manajemen Huawei sudah membantah tuduhan itu. Meng ditangkap di Kanada bulan lalu atas permintaan AS atas tuduhan melanggar penerapan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

“Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan Cina telah melanggar peraturan soal ekspor dan meremehkan sanksi yang diatur. Mereka juga sering menggunakan sistem keuangan AS untuk mendukung aktivitas ilegal mereka. Ini harus diakhiri,” kata Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross seperti dilansir bbc.com, Selasa (29/1/2019).

AS menuduh Huawei memperdaya AS dan bank globalnya terkait hubungannya dengan dua anak perusahaannya, Huawei Device AS dan Skycom Tech, untuk melakukan bisnis dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump sudah mengangkat semua sanksi terhadap Iran berdasarkan kesepakatan nuklir 2015. Namun, belakangan ini, AS menerapkan sanksi yang lebih ketat, yang mempengaruhi ekspor minyak, perkapalan dan bank. AS juga menuduh Huawei mencuri teknologi T Mobile. Teknologi T-Mobile, yang dikenal sebagai Tappy, meniru jari manusia untuk menguji ponsel.

Secara keseluruhan, AS mengajukan 23 dakwaan terhadap Huawei. “Tuduhan ini menunjukkan Huawei sudah terang-terangan mengabaikan hukum negara kita dan standar bisnis global,” kata Direktur FBI Christopher Wray. “Perusahaan seperti Huawei menimbulkan ancaman ganda bagi keamanan ekonomi dan nasional kita.”

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara telah mengungkapkan kekhawatiran mereka soal gangguan keamanan yang bisa ditimbulkan Huawei. Pemerintah AS mendorong perusahaan dan negara lain untuk tidak membeli produk Huawei.

Meng Wanzhou adalah anak pendiri Huawei (BBC)

 

Apa Latar Belakang Kasus Ini?
Huawei, salah satu penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia, sudah berhasil mengalahkan Apple dan menjadi produsen ponsel pintar terbesar kedua setelah Samsung.

Namun, AS dan negara-negara Barat lainnya khawatir pemerintah Cina dapat menggunakan teknologi Huawei untuk memperluas kemampuan intelijennya, meskipun Huawei sudah menegaskan tidak ada kontrol pemerintah pada perusahaan itu.

Penangkapan Meng, putri pendiri Huawei, membuat pemerintah Cina geram. Meng ditangkap pada 1 Desember di Vancouver, Kanada, atas permintaan AS. Dia kemudian diberikan jaminan C$ 10 juta (Rp 105,5 triliun) oleh pengadilan setempat. Namun, dia berada di bawah pengawasan 24 jam sehari dan harus mengenakan gelang kaki elektronik yang memantau keberadaannya.

Huawei adalah perusahaan yang disebut sebagai “juara nasional” oleh para warga Cina. Perusahaan swasta ini mengemban ambisi Cina untuk menunjukkan diri ke dunia internasional dan memimpin jalan untuk perusahaan-perusahaan Cina lain. Namun, kini sistem peradilan AS, dengan segala kemampuannya, sedang menjerat perusahaan itu.

Tuduhan oleh Departemen Kehakiman AS adalah masalah yang paling serius yang pernah dihadapi Huawei dan menjadi inti perang dagang antara Cina dan AS. Huawei secara konsisten membantah tuduhan itu. Bos Huawei mengatakan kasus itu digunakan sebagai bidak dalam permainan perebutan kekuasaan antara AS dan Cina.

Kasus ini terjadi ketika kedua negara bersiap untuk mengadakan pembicaraan perdagangan yang vital. Meskipun AS mengatakan tuduhan terhadap Huawei tidak terkait perang dagang, kecil kemungkinan orang Cina akan melihatnya dengan cara yang sama.

Dakwaan AS datang sehari setelah Kanada memecat duta besarnya untuk Cina, segera setelah ia secara terbuka mengatakan permintaan ekstradisi AS untuk Meng cacat secara prosedur.

Beberapa hari setelah penangkapan Meng pada bulan Desember, Cina menahan dua orang Kanada – mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor – dalam apa yang oleh sebagian orang dianggap sebagai “upaya balas dendam”.

Pada bulan Januari, Cina menjatuhkan hukuman mati kepada warga negara Kanada Robert Lloyd Schellenberg karena penyelundupan narkoba.

Di dalam tuntutan itu, AS menuduh Huawei melakukan penipuan terhadap bank, mengganggu proses penegakan hukum, dan pencurian teknologi. (BBC)

 

Kenapa Huawei Dilarang Masuk AS ?
Hampir setahun lalu, Amerika Serikat (AS) telah menyusun Rancangan Undang-Undang untuk melarang semua produk telepon genggam buatan Huawei dan ZTE masuk ke pasar negara tersebut.

Saat itu, para pejabat di AS mengatakan ‘kedekatan Huawei dan ZTE dengan pemerintah Cina’ membuka peluang adanya ‘pemantauan terhadap aktivitas warga Amerika melalui peranti atau layanan dari Huawei atau ZTE, yang berujung dengan risiko ancaman terhadap keamanan nasional’.

Bagi para pejabat di Washington menggunakan ponsel Huawei ‘sama dengan membuka pintu bagi Cina untuk mematai-mata warga Amerika’. Namun, direktur utama Huawei, Richard Yu, dalam wawancara dengan BBC menganggap bukan itu yang menjadi alasan utama mengapa Amerika melarang produk dan layanan telekomunikasi mereka.

“Para politisi di Amerika tidak ingin kami masuk ke sana karena kami terlalu kompetitif. Teknologi kami sangat maju dan kami sangat inovatif. Ini semua membuat Amerika khawatir. Kami terlalu kuat bagi perusahaan-perusahaan teknologi Amerika,” kata Yu.

Yu juga menepas anggapan bahwa perusahaanya dekat dengan pemerintah di Beijing: “Itulah yang didengung-dengungkan oleh para politisi Amerika. Tapi kami adalah perusahaan independen. Itulah yang dikatakan supaya kami tak bisa masuk ke pasar Amerika,” ungkapnya.

Huawei menjadi perusahaan pembuat ponsel terbesar secara global baik dengan masuk ke pasar Amerika maupun tidak. “Masuk atau tidak ke pasar Amerika, kami akan menjadi nomor satu… dari tahun ke tahun kami mencatat pertumbuhan yang sangat mengesankan,” kata Yu.

Menurut data perusahaan analisis pasar Counterpoint Research, Huawei sekarang menjadi perusahaan ponsel pintar terbesar kedua secara global di bawah Samsung. Tadinya posisi kedua ini ditempati oleh perusahaan teknologi raksasa Amerika, Apple.

Huawei adalah pemain yang relatif baru di bisnis telepon genggam pintar. Keberhasilan mereka mengalahkan pemain-pemain mapan seperti Apple tak lepas dari investasi besar-besaran di bidang riset, pemasaran yang agresif, dan ekspansi jalur-jalur penjualan, kata Counterpoint.

Huawei dan merek-merek lain dari Cina, seperti Xiaomi, lebih memilih penjualan langsung secara daring dengan konsumen pembeli yang melakukan pembayaran secara penuh di muka (upfront payment). Model ini tidak biasa di Amerika namun sangat populer di Eropa, Amerika Latin, dan tentu saja di pasar dalam negeri di Cina. (BBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.