Sabtu, 2 Juli 22

Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi
* Para santri disabilitas ikut ambil bagian dalam seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang digelar Kementerian Agama (Kemenag). (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com –  Akses beasiswa santri berprestasi kini juga terbuka untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Tahun ini setidaknya ada empat santri disabilitas yang ikut ambil bagian dalam seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

 

Baca juga:

Girang! Penyandang Disabilitas Dapat KTP-el dan KIA

Bisa Hidup Mandiri, LaNyalla: Penyandang Disabilitas Harus Diberikan Ruang untuk Berekspresi

Peneliti LPMQ: Penyandang Disabilitas Rungu Wicara Butuh Standar Media Literasi Al-Qur’an

 

 

Mereka berasal dari Pesantren Raudlatul Makfufin, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Keempatnya hari ini mengikuti Computer Assested Test (CAT) PBSB Kemenag untuk jenjang Strata Satu (S1).

 

 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, keikutsertaan santri berkebutuhan khusus dalam CAT PBSB merupakan bentuk implementasi UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan PP No 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas.

“Para santri disabilitas tersebut kita fasilitasi dengan semestinya dan kita penuhi hak-haknya untuk mengikuti seleksi PBSB agar mereka dapat memperoleh akses pendididikan yang diinginkan,” ujar Ramdhani di Serpong  dikutip dari siaran pers, Kamis (12/5/2022).

Sementara itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag  Waryono Abdul Ghofur berharap keikutsertaan santri berkebutuhan khusus pada seleksi PBSB bisa lebih meningkat di tahun mendatang, sekaligus menjadi motivasi bagi santri lainnya.

“Pesantren Raudlatul Makfufin yang diasuh Kiai Rokhman masuk dalam program Pengembangan Pesantren Iklusif binaan Kemenag. Pesantren ini memiliki santri berkebutuhan khusus tuna netra yang dalam kesehariannya diajarkan pendidikan agama dan umum,” terang Waryono.

Sekretaris Pokja Pendidikan Inklusi Kemenag Sakdiyah saat memonitoring pelaksanaan tes CAT PBSB mengaku kesiapan santri menggunakan android cukup baik. Pesantren juga memberikan pembelajaran berbasis TIK, sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam mengikuti tes CAT ini.

“Meski para santri hanya boleh menggunakan android sekali dalam sepekan, namun dalam pembelajaran sehari-hari santri menggunakan komputer bicara dengan screen reader,” tutur Sakdiyah yang juga Kasubdit Pendidikan MDT.

Hasil tes CAT akan diumumkan pada 19 Mei. Peserta yang dinyatakan lolos, berhak ikut tes wawancara yang juga akan dilakukan secara online.

Tahun ini tercatat ada 13.011 santri yang mendaftar seleksi PBSB. Mereka berasal dari 1.730 pesantren. Namun, yang melengkapi data persyaratan pendaftaran berjumlah 6.391. Setelah dilakukan verifikasi, ada 6.169 santri yang berhak ikut CAT. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.