Senin, 15 Agustus 22

Girang! Penyandang Disabilitas Dapat KTP-el dan KIA

Girang! Penyandang Disabilitas Dapat KTP-el dan KIA
* Peluncuran pemberian KTP-el dan KIA kepada disabilitas oleh Dirjen Dukcapil. (Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Puluhan siswa-siswi penyandang disabilitas yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) berulang kali menyampaikan kegembiraannya setelah mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan Kartu Identitas Anak (KIA).

 

 

Laras Vita, perwakilan siswa-siswi SLB, Jakarta Selatan, mengatakan dokumen kependudukan yang sudah kantongi memudahkan kaum disabilitas mengakses berbagai pelayanan publik, termasuk program pemerintah dan swasta. Dengan dokumen kependudukan itu, disampaikan laras Vita, penyandang disabilitas sudah diberlakukan sama seperti penduduk Indonesia pada umumnya.

“Terimakasih sebelumnya saya sudah diberi kepercayaan untuk berbicara di depan ibu dan bapak sekalian. Dan mewakili teman-teman saya mengucapkan rasa bahagia bersama teman-teman SLB,” ucap Laras.

Hal tersebut disampaikan Laras saat pada acara peluncuran “Gerakan Bersama bagi Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman dan Penerbitan Dokumen Kependudukan: Biodata, KTP-el dan KIA untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif” di SLBN A PTN Jakarta, Jl. Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2022).

 

 

Dengan modal KTP-el, siswi yang kini sudah berumur 17 tahun dan kelas 12 di bangku SLB tersebut berencana akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Perguruan Tinggi (PT). Dengan KTP el, dia menegaskan bahwa penyandang disabilitas secara otomatis sudah resmi menjadi warga negara Indonesia.

“Ini sangat memudahkan saya dan teman-teman saya di masa depan kami karena saya kelas 12, setelah ini maka saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi . Dengan KTP ini, ini sudah memenuhi persyaratan seperti bila nanti saya akan mendapatkan beasiswa dan saya juga akan membuat rekening,” ucap dia.

“Saya dan teman-teman berbahagia karena sekarang kita sudah resmi menjadi warga negara Indonesia dan memiliki KTP sendiri. Terimakasih juga atas pemberian KIA untuk murid-murid di bawah 17 tahun. Kami sangat menghargai ini. saya harap kegiatan ini akan terus lancar hingga akhir, saya dan teman-teman merasa terhormat karena ibu-bapak sudah memberikan hak-haknya dengan sangat mudah,” tambahnya.

Hadir dalam peluncuran dan penyerahan Biodata, KIA dan KTP Elektronik secara simbolis adalah Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Jumeri, dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia.

Zudan menyampaikan acara ini menjadi momentum untuk memberikan kemudahan pelayanan yang berkualitas terkait proses penerbitan dokumen kependudukan kepada penyandang disabilitas. Menurut Zudan, pihaknya akan membuat program jemput bola untuk melayani proses perekaman dan penerbitan adminduk kepada mereka.

“Kesempatan ini merupakan momentum yang membahagiakan bagi saya. Jadi rekan-rekan dan organisasi penyandang disabilitas semuanya saya mohon dukungan semuanya. Kita mengawali kick off hari ini untuk semuanya seluruh Indonesia, agar kita bisa memberikan dokumen kependudukan,” jelas Zudan.

Menurut Zudan, di tengah keterbatasan yang dialaminya kaum disabilitas tidak harus datang ke kantor dinas Dukcapil. Sebab, kata Zudan, ada program jemput bola yang memudahkan penyandang disabilitas mendapatkan KTP-el dan KIA.

“Jadi rekan-rekan penyandang disabilitas boleh di sekolah atau dikumpulkan di tempat tertentu atau di rumah masing-masih, silakan dari pengurus sekolah kepala sekolah SLB dari SD sampai SMA nanti dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan kemudian dari rekan-rekan komunitas, asosiasi organisasi penyandang disabilitas bisa menghubungi kepala Dinas Pendidikan atau Kepala Dinas Dukcapil untuk kami turun jemput bola,” tandasnya.

Namun demikian, memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas tidak mudah. Diperlukan ketekunan, kesabaran, kasih sayang dan empati. Tak sampai di situ, dukungan semua pihak juga diperlukan untuk pelayanan kepada mereka.

“Bisa terus kita lakukan sehingga 100 persen mendapatkan dokumen kependudukan. Mohon dukungan, mohon bantuan, setelah ini mungkin kita perlu turun ke provinsi-provinsi. yang terdekat mungkin di DKI, nanti dilaporkan dulu (Kepala Dinas Dukcapil DKI) ke pak Gubernur (Anies Baswedan). Bapak-ibu (kepala Dinas Dukcapil yang lain) yang ikut pertemuan via zoom ini tolong dilaporkan ke Gubernur masing-masing,” katanya.

Pelayanan untuk Penyandang Disabilitas
Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil berkolaborasi dengan Kantor Staf Khusus Presiden dan Kemendikbudristek melakukan Peluncuran Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk untuk Penyandang Disabilitas pada Senin (14/3/2022), dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, Zudan Arif Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Djumeri Dirjen Dikdasmen Kemendikbudristek.

Kegiatan ini digaungkan sebagai pemicu (kick off) untuk proses pendataan, perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota seluruh Indonesia bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat termasuk kelompok pendidikan dan kelompok masyarakat di bidang disabilitas.

“Ketika berbicara kesetaraan penyandang disabilitas, tentunya hal pertama yang perlu kita tuntaskan adalah pendataan teman-teman penyandang disabilitas”, Ungkap Angkie.

Angkie juga menuturkan bahwa dengan ragam penyandang disablitas, maka pendataan menjadi hal yang krusial untuk mengetahui profil penyandang disabilitas dalam berbagai sektor. Dengan profil yang spesifik maka pengembangan dan pemberdayaan akan semakin bervariasi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun terus mendorong jajaran Ditjen Dukcapil di mana pun untuk selalu proaktif memaksimalkan pemberian pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk para penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini Dirjen Zudan mengungkapkan bahwa negara akan terus berusaha untuk memberikan dokumen kependudukan yang lengkap untuk penyandang disabilitas. Bagi penyandang disabilitas yang belum mendaftarkan diri sebagai penyandang disabilitas, dipersilahkan untuk menghubungi dukcapil setempat, selanjutnya dukcapil akan mengeluarkan dokumen kependudukan berupa biodata yang menginformasikan keterangan sebagai disabilitas. Lebih jauh daripada itu, kita perlu satu data yang akurat berapa jumlah penduduk WNI disabilitas yang ada di Indonesia.

“Kita mengawali kick off hari ini untuk semuanya, seluruh Indonesia, agar kita bisa memberikan dokumen kependudukan bagi penyandang disabilitas. Kita tahu ada kertebatasan dan kesulitan akses, maka nanti rekan-rekan Dukcapil, kelompok masyarakat dan Dinas Pendidikan untuk pro aktif melakukan jemput bola,” jelas Zudan.

Zudan juga mengarahkan kepada Dinas Dukcapil Kab/Kota yang hadir secara virtual melalui Zoom Meeting sebanyak 989 orang dan lainnya melalui youtube untuk segera bergerak untuk melakukan koordinasi dan melakukan pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan itu juga hadir Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama menjelaskan bahwa pendataan penyandang disabilitas merupakan hak dasar yang berujung pada akses ke dalam semua layanan publik seperti layanan pendidikan, perbankan, bantuan sosial dan bantuan program insentif pemulihan ekonomi.

“Dinas Dukcapil tidak dapat bekerja sendiri, kami memerlukan partisipasi seluruh pihak termasuk masyarakat itu sendiri agar program ini berjalan dengan lancar untuk pendataan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” pungkas Yama.

Hasil pelayanan yang langsung diberikan pada kegiatan ini adalah biodata, KTP-el dan KIA. Laraswita, murid kelas XII SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, sebagai perwakilan siswa yang mendapatkan pelayanan mengungkapkan rasa bahagia dirinya dan teman-temannya pada pelayanan yang diterima.

“Kami mengucapkan terimakasih atas pelayanan dan kesabaran para petugas, kami sangat mengapresisi itu. Kami rasa mereka sangat mengerti dengan kondisi kami yang tidak sama dengan penduduk lain,” tuturnya dengan rasa senang. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.