Pengusaha Kuliner Wong Solo Siap Menjadi Penantang Gibran

Pengusaha Kuliner Wong Solo Siap Menjadi Penantang Gibran
Solo, Obsessionnews.com - Persaingan pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, Jawa Tengah,  tahun 2020 sudah mulai terlihat. Ada satu calon yang siap menjadi pesaing Gibran Rakabuming Raka, yakni Puspo Wardoyo. Pria asli Laweyan, Solo, itu dikenal sebagai pengusaha ratusan gerai ayam goreng yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia mengatakan berniat nyalon sebagai kepala daerah seperti Wali Kota Solo karena merasa terpanggil. "Sehingga pejabat publik seperti Walikota atau Wakil Wali Kota harus mampu menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya,"ujar  Puspo kepada wartawan belum lama ini di Solo. Wali Kota Solo, lanjut Puspo, nantinya harus benar-benar figur yang siap berkorban, sebab jabatan publik ini tidak untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongan tertentu, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Puspo mengakui sehubungan dengan ramainya bursa calon Wali Kota Solo yang bakal di gelar serentak tahun 2020 mendatang, Puspo Wardoyo termasuk orang yang telah di dekati sejumlah partai untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Solo. “Saya belum memutuskan menerima atau tidak, karena untuk terjun di dunia politik butuh berbagai pertimbangan. Terutama dukungan keluarga, sebab jabatan publik ini sungguh tidak menarik secara finansial,” papar pengusaha itu. Diakui Puspo, pihaknya harus 'nembung' atau minta izin keluarga besarnya dulu, sebelum memutuskan untuk maju sebagai bakal calon Walikota Solo. Jadi seandainya bersedia, maka ia bisa menjadi penantang kuat Gibran. Lebih jauh pemilik 283 gerai ayam goreng "Wong Solo "yang tersebar di berbagai kota di Indonesia ini mengatakan, pihaknya masih enggan menyebutkan partai yang pernah menggandengnya, karena akan lebih dulu mempelajari dinamika politik di Solo, serta kemauan warga Solo terhadap pemimpinnya pada periode mendatang. Mungkin pada bulan Oktober mendatang, Puspo baru akan bersilaturahmi dengan para tokoh di Kota Solo. Sekaligus peluncuran buku otobiografinya yang berjudul ‘Perjalanan Bisnis & Dakwah, Iman Hijrah Jihad." (Albar)