Senin, 10 Agustus 20

Pencapresan Prabowo Apa Bisa Disebut Ijtimak Ulama?

Pencapresan Prabowo Apa Bisa Disebut Ijtimak Ulama?
* Ijtima ulama yang diadakan GNPF Ulama. Foto/ Edwin Budiarso, Obsessionnews.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulamamelakukan gerakan politik dengan membuat ijtimak ulama. Ijtimak itu merupakan keputusan politik yang merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres berpasangan dengan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri atau Ustad Abdul Somad Batubara.

Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak menilai nama-nama tersebut sudah memenuhi unsur yang dibutuhkan masyarakat, karena memiliki jiwa nasionalis dan religius, hal itu juga sesuai dengan arahan dan saran dari Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

“Alhamdulillah beliau mengarahkan dan menyarankan dengan segala pertimbangan melihat dari sisi yang akan disampaikan dari unsur-unsur yang dibutuhkan di dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yaitu memiliki jiwa nasionalis dan religius, maka dari rekomendasi pertama itu Prabowo Subianto berpasangan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Prabowo Subianto berpasangan dengan Abdul Somad Batubara,” katanya dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Minggu (29/7/2018)

Rekomendasi beberapa calon tersebut, kata dia, dapat dipertanggungjawabkan karena melalui perjalanan panjang dan diskusi dengan ulama dan tokoh nasional, selain itu ustadz Yusuf Martak juga sempat mendapat pertanyaan karena pihaknya mengangkat ulama sebagai cawapres.

“Saya sempat mendapatkan pertanyaan, apa alasan memilih ulama untuk mendampingi Prabowo Subianto. Saya pikir ulama tidak hanya berperan sebagai ulama saja, tetapi ulama mempunyai kapasitas dan mempunyai kemampuan yang Insya Allah di atas rata-rata dari orang biasa,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, politisi Partai Golkar Sarmuji melihat tidak ada yang luar biasa dalam ijtimak yang dilakukan GNPF Ulama. Ia justru melihat rekomendasi itu tak mewakili representasi dari para ulama se-Indonesia. Sehingga sulit rasanya bagi Golkar menyebut ijtima’ ulama.

“Di negara ini siapa saja punya hak untuk mencalonkan seseorang untuk menjadi presiden. Hanya saja apabila mengatasnamakan ulama apakah yang hadir dalam ijtimak ulama kemarin representatif untuk mengklaim diri sebagai ulama yang dikesankan sebagai pertemuan ulama se-Indonesia,” kata Sarmuji kepada wartawan, Minggu (29/7/2018).

Wasekjen Golkar itu pun mempertanyakan para ulama yang hadir di acara Ijtimak Ulama yang digelar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat itu. Dia menyebut acara itu hanya dihadiri para ulama pemilik pandangan sepaham. Dengan demikian maka rekomendasi itu tidak bisa disebut hasil ijtimak ulama.

“Setahu saya yang hadir kemarin hanya ulama yang memang punya pandangan yang sepaham saja. Orang yang pandangannya seragam, tanpa ada ijitimak pun sudah pasti bersepakat,” terangnya.

Sarmuji mengaku tak khawatir dengan hasil rekomendasi para ulama itu. Dia menyebut selama ini Jokowi juga didukung para ulama. Hanya saja ulama yang dimaksud Sarmuji berbeda dengan ulama dari kalangan GNPF.

“Saat ini sebagian besar ulama masih mendukung Pak Jokowi hanya saja mereka ini bukan ulama panggung. Beliau-beliau yang mendukung Pak Jokowi hidup di tengah rakyat tanpa publikasi. Mereka adalah panutan sekaligus rujukan jika rakyat ada persoalan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar GNPF Ulama diikuti oleh 600 ulama dan tokoh nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Habib Rizieq Syihab, Jumat, (27/7/2018).

Hadir juga dalam pembukaan sejumlah ulama, tokoh nasional dan lima pimpinan partai politik, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). (Albar)

 

Baca juga:

FOTO Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional GNPF Ulama Rekomendasikan Prabowo Capres

Ijtimak Ulama Rekomendasikan Prabowo Capres

Amien Rais: Rekomendasi Itjimak Ulama Insya Allah Jadi Solusi

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.