Rabu, 8 Februari 23

Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Rencana Penertiban Penambangan Ilegal

Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Rencana Penertiban Penambangan Ilegal
* Salah satu aktifitas penambang di Wonocolo.

Bojonegoro, Obsessionnews.com – Pemkab Bojonegoro menggelar acara Sosialisasi Rencana Penertiban Pertambangan Minyak Ilegal, Senin (17/10/2016). Acara ini dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan berbagai polemik seputar aktifitas penambangan minyak di salah satu kabupaten di Jawa Timur itu.

Acara dihadiri 150 penambang tradisional di wilayah Kecamatan Malo dan Kedewan, Komandan Kodim 0813, pewakilan Polres Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro, pengadilan negeri, kejaksaan negeri, dan perwakilan DPRD Bojonegoro.

Menurut Kepala ESDM Pemkab Bojonegoro, Agus Supriyanto, kegiatan ini dilaksanakan sebagai rapat lanjutan dari pemerintah pusat tentang penertiban tambang ilegal.

“Harapannya, melalui kegiatan ini akan diperoleh pemahaman terkait penambangan minyak yang benar, khususnya di wilayah pertambangan minyak di Wilayah Malo dan Kedewan,” kata Agus.

Sementara itu Agus Amperianto dari Pertamina Aset 4 Cepu mengatakan bahwa harapan terbesar adalah aktifitas penambangan harus memperhatikan lingkungan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Menurutnya, selain mengoperasikan sumur exiting, pihaknya juga mengawasi kegiatan usaha hulu migas. Oleh karenanya dalam mempersiapkan itu, pihaknya mengarahkan pada sektor wisata khususnya yang terdapat di Wonocolo untuk meningkatkan pendapatan penduduk.

“Seluruh kegiatan di hulu migas di wilayah kerja ini adalah tanggung jawab Pertamina. Karenanya kami menghargai semua kegiatan hulu migas yang aman dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Adapun Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Priyanto, berpesan agar seluruh elemen memperhatikan penertiban. Apalagi para penambang tersebut adalah masyarakat Bojonegoro, sehingga harus benar-benar diperhatikan.

“Ketika regulasi ini dibuat akan ada tujuan yang baik, tetapi belum tentu tujuan yang baik berpihak pada masyarakat kita. Lalu bagaimana semua pihak merasa enak mulai penambang, aparat keamanan dan lain-lain?” kata Syukur.

Ia juga berharap agar sosialisasi harus mengedepankan cara-cara yang komunikatif dan koordinatif. Keberadaan sumur tua diharapkan menjadi hal yang bermanfaat bagi warga Bojonegoro.

“Satu lagi, dampak kerusakan lingkungan pun sangat besar, jadi harus betul-betul diperhatikan,” pungkasnya. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.