Kamis, 27 Juni 19

Pemilu Terbesar di Dunia, 900 Juta Orang Mencoblos

Pemilu Terbesar di Dunia, 900 Juta Orang Mencoblos
* Para petugas memeriksa mesin pemungutan suara. (BBC)

Pemilihan umum (Pemilu) di India adalah pemilu terbesar di dunia. Sebanyak 900 juta orang pemilih mendapat hak untuka mencoblos pada Pemilu 2019 ini.

Puluhan juta pemilih menuju tempat pemungutan suara pada tahap pertama pemilu India, Kamis (11/4), seperti dilansir bbc.com pada hari ini.

Ratusan orang sudah terlihat mengantre di luar TPS pada Kamis pagi. Bahkan, di negara bagian Assam, antrean pemilih telah terbentuk hampir satu jam sebelum pemilu digelar.

Pemilu majelis rendah parlemen kali ini terbagi ke dalam tujuh tahap yang bergulir hingga 19 Mei. Adapun penghitungan suara baru mulai dilakukan pada 23 Mei mendatang.

Secara keseluruhan terdapat 900 juta orang yang berhak memilih sehingga menjadikan pemilu India sebagai pemilu terbesar di dunia. Pada pemilu lalu, persentase pemilih yang memberikan suara mereka mencapai 66%.

Partai nasionalis pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP), merupakan partai berkuasa setelah menang telak pada pemilu 2014 lalu.

BJP telah berupaya untuk kembali menguasai suara mayoritas. Lok Sabha atau majelis rendah parlemen India memiliki 543 kursi sehingga partai atau koalisi manapun harus menguasai minimal 272 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Upaya BJP menghadapi tantangan dari partai-partai daerah dan Partai Kongres pimpinan Rahul Gandhi. Rahul Gandhi sendiri adalah bagian dari keluarga dinasti politik.

Ayahnya, neneknya, dan kakek buyutnya adalah mantan perdana menteri India. Adik perempuannya, Priyanka Gandhi, secara resmi bergabung ke dunia politik praktis pada Januari lalu.

Reaksi beragam
Reaksi pemilih pada pemilu kali ini beragam. Para pemilih di sebuah TPS di Baraut yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh menerima sambutan siraman kelopak bunga diiringi tabuhan drum dari panitia penyelenggara.

Namun di negara bagian Chhattisgar, orang-orang yang diduga Maois meledakkan bom rakitan di dekat sebuah TPS sekitar puku 04.00 waktu setempat. Namun tiada korban cedera yang dilaporkan.

Sejumlah pengamat menilai pemilu kali ini adalah yang terpenting sepanjang dekade terakhir sehingga nuansa pemilihan terasa panas. Modi, yang menyampaikan kesan sebagai pemimpin tangguh, tetap menjadi andalan BJP untuk merebut suara.

Namun, beberapa kalangan menilai janji-janjinya untuk menggencarkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja belum memenuhi harapan. Di luar itu, India semakin terpolarisasi secara agama di bawah kepemimpinannya.

Seberapa besar pemilu India?
Luar biasa besar. Sekitar 900 juta orang di atas usia 18 tahun terdaftar sebagai pemilih di sebanyak 1 juta TPS.

Untuk mencapai sebuah TPS, menurut aturan pemilu India, seorang pemilih tidak boleh bepergian lebih dari 2 kilometer.

Karena jumlah pemilih yang sedemikian besar, pemilu berlangsung dalam tujuh tahap antara 11 April sampai 19 Mei.

Pada Kamis (11/4), negara bagian yang mendapat giliran menggelar pemilu mencakup Andhra Pradesh, Arunachal Pradesh, Assam, Bihar, Chhattisgarh, Jammu dan Kashmir, Maharashtra, Manipur, Meghalaya, Mizoram, Nagaland, Odisha, Sikkim, Telangana, Tripura, Uttar Pradesh, Uttarakhand, West Bengal, Kepulauan Andaman dan Nicobar dan Lakshadweep.

Pemilu di sejumlah negara bagian, seperti Andhra Pradesh dan Nagaland, dijadwalkan selesai dalam satu hari. Namun, negara bagian lainnya, semisal Uttar Pradesh, menggelar pemilu dalam beberapa tahap.

Menilik sejarah pemilu India, pemilu pertama pada 1951-1952 perlu waktu tiga bulan hingga rampung. Kemudian antara 1962 hingga 1989, pemilu kelar dalam empat sampai 10 hari.

Pemilu selama empat hari pada 1980 merupakan pemilu dengan jangka waktu tersingkat di negara tersebut. (BBC/RED)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.