Minggu, 19 September 21

Pemberdayaan Potensi Gunung Kidul, Wamen ATR/BPN: Saya Minta Dukungan Dari Semua Pihak

Pemberdayaan Potensi Gunung Kidul, Wamen ATR/BPN: Saya Minta Dukungan Dari Semua Pihak
* Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah pertama yang menjadi perhatian Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra. (Foto: Hms ATR/BPN)

Gunung Kidul, Obsessionnews – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) menjadi besar nilainya jika diberdayakan secara tepat guna dan didukung oleh pemerintah, lembaga terkait dan tentunya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah pertama yang menjadi perhatian Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke PAWONSARI (Pacitan, Wonogiri, Wonosari).

Surya Tjandra memaparkan, dalam perspektif wilayah, Gunung Kidul sebagai salah satu daerah di Jawa Bagian Selatan mempunyai keadaan tanah serta lingkungan yang berbeda sehingga mendapat perhatian khusus dari pihak Kementerian ATR/BPN. Dalam sambutannya, Surya Tjandra meminta semua pihak yang terkait, mulai dari pemerintah daerah, kementerian terkait dan seluruh pelaku usaha di Gunung Kidul untuk bersama-sama menyukseskan program pengembangan potensi ini. “Ini suatu pekerjaan yang besar, harus mendapat perhatian lebih dan butuh dukungan dan kerjasama rekan-rekan semua,” ujar Surya Tjandra di Gunung Kidul, Rabu (31/03/2021).

Dalam konteks reforma agraria, hal ini dapat menjadi momentum yang tepat bagi daerah untuk memanfaatkan SDA yang ada agar lebih terasa kebermanfaatannya serta memberikan nilai lebih, seperti yang diungkapkan Direktur Landreform, Sudaryanto. Menurut Sudaryanto, menindaklanjuti adanya Memorandum of Understanding (MOU) tiga Kepala Daerah mulai dari Kabupaten Pacitan, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunung Kidul, bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan ekonomi masyarakat di wilayah Pawonsari. “GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) Pusat turun ke lapangan untuk menggali potensi dan masalah di lapangan,” ujarnya.

Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul menjadi salah satu tempat yg dikunjungi untuk potensi pengembangan. Ekonomi kreatif yang menonjol yakni usaha merchandise berasal dari bahan akar wangi, mendapat respon yang cukup baik di pasaran. Menurut Sudaryanto, potensi seperti ini akan semakin berkembang jika mendapat dukungan mulai dari infrastruktur, pendanaan, alat, penyediaan bahan baku hingga inovasi pengembangan produk.

Program ini disambut baik oleh Bupati Gunung Kidul, Sunaryanta. Sunaryanta berkata bahwa Ia siap menerima arahan dan bimbingan terkait program Pengembangan dan Pemberdayaan Potensi Jawa Bagian Selatan ini. “Saya baru terpilih dan bekerja kurang lebih 1 (satu) bulan, dan arahan ini dapat menjadi semangat baru bagi kami semua,” tambah Sunaryanta.

Kholid selaku salah satu perwakilan warga menyampaikan terima kasih kepada Surya Tjandra terkait peninjauan serta pengembangan potensi di wilayahnya. Ia berharap, melalui tinjauan ini, keluh kesah yang dirasakan oleh pelaku usaha untuk ditindaklanjuti lebih lanjut serta mendapat solusi. Terkait usaha menggunakan bahan akar wangi, Kholid berharap adanya dukungan dari instansi terkait khususnya dalam hal permodalan, sehingga mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan kreasi diversifikasi produk menggunakan bahan akar wangi. “Seperti produk tenun dari akar wangi, jika di Kota Pekalongan mampu, kami juga ingin mencapai itu,” tambah Kholid.

Sebagai informasi, kunjungan ke Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul merupakan kunjungan pertama Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra dalam pembangunan dan pengembangan potensi di Jawa Bagian Selatan. Setelah kunjungan ini, Surya Tjandra akan melakukan kunjungan ke beberapa titik di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.