Jumat, 5 Juni 20

Pembagian Wilayah Penangkapan Ikan, Nelayan Natuna Dukung Keputusan Kepala Bakamla

Pembagian Wilayah Penangkapan Ikan, Nelayan Natuna Dukung Keputusan Kepala Bakamla
* Para nelayan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mendukung keputusan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia terkait pembagian wilayah penangkapan ikan. Hal itu disepakati di aula Sentra Kelautan Perikanan Terpadu, dermaga Selat Lampa, Natuna, Kepri, Sabtu (7/3/2020). (Foto: Humas Bakamla RI)

Natuna, Obsessionnews.com – Para nelayan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya sepakat dan mendukung keputusan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia terkait pembagian wilayah penangkapan ikan, di mana nelayan Pantai Utara (Pantura) Jawa hanya boleh menangkap di atas 50 mil laut Laut di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

 

Baca juga:

Diduga Transfer BBM Ilegal di Perairan Lampung, Satgas Trisula Bakamla Tangkap 2 Kapal

Bakamla Bersinergi Selamatkan Awak Kapal Pembawa Semen

Bakamla Paparkan Upaya Tekan Angka Kejahatan di Selat Singapura

 

Kesepakatan ini tercapai setelah Aan mengadakan tatap muka dan dialog dengan sekitar 250 nelayan Natuna di aula Sentra Kelautan Perikanan Terpadu, dermaga Selat Lampa, Natuna, Kepri, Sabtu (7/3/2020).

Dengan demikian kekhawatiran nelayan Natuna terhadap kehadiran nelayan Pantura yang dapat mengurangi hasil tangkapan ikan mereka, akhirnya bisa terjawab.

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Senin (9/3), Aan dalam kesempatan itu menjelaskan, kehadiran kapal-kapal nelayan asal Pantura diharapkan dapat memantik semangat masyarakat Natuna untuk mengoptimalkan sumber daya perikanan di laut Natuna Utara.

“Kegiatan ini juga dapat menekan potensi pencurian ikan oleh nelayan asing,” tegas perwira tinggi TNI AL bintang tiga tersebut.

Ia menambahkan, pemerintah semakin hadir di Laut Natuna Utara dan Bakamla telah mengoordinir 13 kementerian dan lembaga untuk membantu 30 kapal 100 GT ke atas asal Pantura memanfaatkan ikan di sana.

“Ke depan kami berharap nelayan asli Natuna tetap melanjutkan aktivitas melaut, dan langkah ini untuk memastikan sumber daya ikan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, bukan nelayan asing,” tegasnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.