Rabu, 17 Juli 24

Pelaku Skandal BLBI dan Century, Aktor Kisruh ‘KPK vs Polri’

Pelaku Skandal BLBI dan Century, Aktor Kisruh ‘KPK vs Polri’

Jakarta, Obsessionnews – Aktivis Pijar Indonesia melakukan aksi unjukrasa di Bundaran HI Jakarta, Minggu (22/2/2015), menuntut Presiden Jokowi berdiri di garis terdepan dalam jihad melawan korupsi, dan itu bisa dibuktikan apabila Jokowi mampu membersihkan institusi Polri dan institusi-institusi penegak hukum lainnya dari sarang korupsi.

Kalangan aktivis itu juga meminta melihat Presiden Jokowi memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap pimpinan dan penyidik KPK, termasuk apabila penyidik KPK meneruskan proses hokum terhadap tersangka korupsi Komjen Budi Gunawan yang secara controversial dibatalkan status tersangkanya oleh Hakim Tunggal siding praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Hentikan sekarang juga upaya-upaya kriminalisasi terhadap pimpinan dan penyidik KPK. Teruskan penyelidikan atas kasus Mega Skandal BLBI, Bank Century, Migas, Pangan, Pelayanan Publik dan sektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banya klainnya!” seru Febby Lintang, Koordinator Aksi di Bundaran HI.

Mereka menilai, memang sudah semestinya Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. “Bagi kami, itu bukan suatu hal yang luar biasa. Karena memang sudah semestinya, standar moralitas ditempatkan di atas apapun prosedur yang potensial mengkebiri pemberantasan korupsi,” tegas Aktivis Pijar Indonesia.

“Namun, kami menyesalkan tindaklanjut dari keputusan Presiden Jokowi, antara lain pencalonan Komjen Badrodin Haiti yang ternyata tidak bersih dari dugaan rekening gendut, pengangkatan Taufiquerachman Ruki selaku Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK yang dalam pernyataan-pernyataannya kami nilai melemahkan pemberantasan Korupsi serta pengangkatan Indriarto Seno Adji yang pernah menjadi penasehat hukum Tommy Soeharto dalam kasus pembunuhan Hakim Agung dan tidak adanya upaya yang sungguh-sungguh untuk menghentikan Kriminalisasi terhadap pimpinan dan penyidik KPK lainnya,” ungkap Febby.

Pijar menilai langkah yang  dilakukan Presiden Jokowi tidak menyelesaikan persoalan korupsi yang sudah sedemikian akut di Republik ini. Bahkan mereka menilai, tindakan Presiden Jokowi tidak terlepas dari belenggu para koruptor yang mengelilinginya.

“Kami, Pijar Indonesia, menilai langkah Presiden Jokowi adalah langkah kompromi yang menentramkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam mega skandal bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Mega skandal kasus Bank Century. Merekalah sesungguhnya aktor yang menghembus-hembuskan perseteruan di tubuh Polri vs KPK,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Febby, pujian untuk Presiden Jokowi kami tunda sehingga kami benar-benar yakin bahwa agenda pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih optimal dari waktu-waktu sebelumnya. Ukuran paling sederhana adalah mega skandal BLBI dan Bank Century tentap diusut, dan tidak boleh dikompromikan untuk kepentingan-kepentingan para Warlord (para pemilik partai politik) yang sudah sedemikian mencengkeram di Republik ini.

“Selain itu, kami juga berkepentingan terhadap institusi Polri yang bersih dan berkemampuan mengendalikan keamanan di tanah air. Tidak ada lagi korban pembegalan motor, tidak ada lagi monster-monster pembunuh di jalan raya, dan seterusnya. Polri yang bersih dan bermartabat menjadi cita-cita kita bersama dalam meciptakan garda terdepan penegakan hukum di Indonesia,” tambahnya.

Pijar
Lebih lanjut, Pijar menegaskan, koruptor boleh saja membungkam dan mendikte suara  Presiden Jokowi, tapi dia tidak akan pernah mampu membungkam dan mendikte suara rakyat. Pijar menilai, Korupsi yang semakin merajalela membuat bangsa ini semakin terpuruk.

“Bobroknya mental aparat hukum menambah semrawutnya sistem hukum kita. Keadilan bisa dibeli dan para koruptor dan mafia bebas untuk melakukan aksi mereka tanpa takut oleh jeratan hokum,” bongkar Jurubicara Aktivis Pijar.

“Kepolisian yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam pemberantasan kasus2 Korupsi malah menjadi sarang Koruptor. Menjaga Profesionalisme sebagai pengayom dan pelindung masyarakat jauh dari citra POLRI selama ini,” bebernya pula.

Pijar bersama para aktivis mengancam akan kembali turun ke jalan dan kembali bergerak. “Kami akan melakukan aksi damai dengan Tema “Reformasi Polri” kami butuh polisi yang profesional!” seru Aktivis Pijar. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.