Jumat, 30 Oktober 20

PDIP Berpeluang Jadi Real Madrid

PDIP Berpeluang Jadi Real Madrid
* Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby. (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) telah merilis hasil temuannya tentang berubahnya dukungan partai politik menjelang Pemilu 2018.

Indonesia telah melaksanakan empat kali pemilu demokratis pasca Orde Baru. Dan pada setiap pemilu tersebut selalu menghasilkan pemenang pemilu yang berbeda-beda.

Tak ada satupun partai yang memenangkan pemilu berturut-turut. Namun menjelang pileg dan pilpres 2019, peta dukungan partai politik menunjukkan sejumlah perubahan penting.

Salah satunya adalah untuk pertama kalinya sejak era reformasi, ada partai politik yang berpotensi menjadi pemenang pemilu dua kali berturut-turut.

“PDIP berpotensi jadi partai pertama era reformasi yang menjadi juara pemilu dua kali berturut-turut,” ujar peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby di kantornya, Jl Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2018).

Menurut dia, PDIP  berpotensi keluar dari ”kutukan juara bertahan” partai-partai pemenang pemilu di era reformasi. “lbarat dalam sepakbola Liga Champion modern, PDIP berpeluang menjadi Real Madrid, menjadi juara Liga Champion berturut-turut,” ungkapnya.

Pada pemilu 1999 PDIP menjadi pemenang pemilu dengan perolehan suara sebesar 33,7%. Pada pemilu selanjutnya di tahun 2004 PDIP kalah, dan Partai Golkar menjadi juara.

Pada pemilu 2009 pemenang pemilu pun berganti, untuk pertama kalinya partai baru (baru ikut pemilu 2004), yaitu partai Demokrat memenangkan pemilu. “Dan pada pemilu 2014, PDIP kembali menjadi juara,” bebernya.

Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas PDIP sebesar 24.8 %, disusul Partai Gerindra sebesar 13.1%, Partai Golkar 11.3%, PKB sebesar 6.7%, Partai Demokrat sebesar 5.2%, PKS sebesar 3.9 %, PPP sebesar 3.2 %, Nasdem sebesar 2.2%, Perindo sebesar 1.7%, PAN sebesar 1.4 %, dan partai lainnya semuanya dibawah 1 %. Sementara mereka yang belum memutuskan yaitu sebesar 25.2%.

Survei dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/2,9 00.

Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia (Kalimantan Utara digabung ke dalam Kalimantan Timur). Juga melengkapi survei dengan peneIitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.