Minggu, 17 Oktober 21

Parmusi Bantu Umat Katolik di NTT

Parmusi Bantu Umat Katolik di NTT

Belu, Obsessionnews.com – Warga masyarakat Desa Aitaman, Kecamatan Tasifeto Timor, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), bekas pengungsi Timor Leste yang sudah bermukim di kawasan itu selama 16 tahun, pada Minggu (26/11/2017) sore menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam bersama rombongan ormas Islam tersebut.

Acara silaturahmi yang semula dirancang sekaligus pemberian tali kasih berupa sembako khusus untuk warga 24 kepala keluarga Muslim, tiba-tiba berubah menjadi diperuntukkan bagi 189 kepala keluarga, di mana masyarakat di sini mayoritas beragam Katolik.

“Parmusi datang ke NTT membawa pesan persaudaraan sebagai manusia kita semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam Islam disebut ukhuwah basyariyah, saudara sesama manusia, dan sebagai anak bangsa kita bersaudara atau disebut ukhuwah whatoniah,” ujar Usamah di lokasi.

“Oleh sebab itu, setelah tiba di kampung ini, saya memutuskan aksi kemanusiaan ini untuk semua masyarakat, tidak membedakan-bedakan agama, ataupun sukunya,” tambah Usamah.

Parmusi

 

Hadir pada acara itu Ketua Guru Katolik yaitu Mama Helena, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leo Neto Dasilfa dan dai Parmusi di Desa Aitaman, Anjar Bacharuddin, serta sejumlah masyarakat perwakilan umat Muslim dan umat Katolik.

Helena mengatakan, pihaknya mewakili umat Katolik menyampaikan terima kasih atas tali kasih ini. Menurutnya, Umat Katolik dengan Umat Muslim sejak dulu hidup rukun, saling membantu dan menolong. Kehidupan masyarakat di desa ini sangat harmonis meski rumahnya saling berdekatan.

“Kalau pun bantuan tersebut han diberikan hanya untuk warga Muslim sebenarnya tidak masalah karena kami hidup selama ini berdampingan dengan rukun saling membantu,” jelasnya.

Sementara itu, Dasilfa menyambut gembira inisiasi yang dilakukan Parmusi sebagai ormas yang concern dalam pemberdayaan umat tanpa membedakan suku, ras dan agamanya.

“Warga di sini terdaftar dalam masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kami senang Parmusi tidak membedakan kelompok masyarakat dalam berdakwah,” jelasnya.

Usamah menegaskan, dalam dimensi kemanusiaan Islam memang tidak pernah membeda-bedakan antar sesama manusia dan sesama anak bangsa.

“Kita tidak perlu membedakan sesama anak bangsa, kita harus bersatu agar situasi dan kondisi kehidupan beragama di daerah perbatasan ini berlangsung damai,” jelasnya.

“Karena harmonis ini merupakan salah satu syarat dari ketahanan nasional di wilayah perbatasan. Dan Islam sendiri mengajarkan dakwahnya sebagai rahmat bagi semesta alam,” tambahnya.

Sementara itu Ustadz Anjar mengatakan, selama ini dakwah yang dilakukan dai Parmusi di sini berlangsung dengan aman dan lancar. Ini terjadi karena kehidupan beragama di sini sangat harmonis.

“Kita tahu NTT menjadi percontohan kerukunan umat beragama di Indonesia,” jelasnya.

Bantuan Parmusi untuk warga Katolik diserahkan oleh Ketua Pengurus Cabang Parmusi Atambua, Ali Atamimi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.