Jumat, 15 November 19

Pariwisata Indonesia Tidak Terpengaruh Oleh Perang Dagang AS-China

Pariwisata Indonesia Tidak Terpengaruh Oleh Perang Dagang AS-China
* Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Morissey, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com -Sektor pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci dan solusi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widya mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sektor pariwisata dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Sejak ditetapkan sebagai leading sector, pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu sektor unggulan penghasil devisa negara.

Apalagi ketika perang dagang antara Amerika kalau salah satu “jalan pintas” yang bisa digunakan untuk menyelamatkan devisa negara adalah lewat sektor pariwisata

“Analisis sementara menunjukkan industri pariwisata tidak terpengaruh oleh perang dagang. Meski sedang terjadi perang dagang, orang-orang tetap berwisata,” kata Amalia dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Morissey, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook Kemenpar, Sabtu (29/6), Amalia menegaskan, yang mesti mendapat perhatian pemerintah dan para stake holder adalah bukan tentang seberapa banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tapi seberapa besar uang yang masuk dari sektor ini.

“Yang penting seberapa besar dana yang dihabiskan oleh wisatawan yang datang ke Indonesia, dan inilah yang berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB),” tandasnya.

Acara yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, dan pejabat lingkungan Kemenpar ini bertujuan untuk membahas dan menganalisis berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi sektor pariwisata dengan pendekatan Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Hukum (PESTEL). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.