Rabu, 28 Oktober 20

Pariwisata Berkelanjutan Bakal Jadi Peluang Besar untuk Dikapitalisasi

Pariwisata Berkelanjutan Bakal Jadi Peluang Besar untuk Dikapitalisasi
* Salah satu destinasi wisata yang ada di Indonesia. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penerapan pariwisata berkelanjutan sudah ada pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council. Indonesia juga secara aktif berkoordinasi dengan UNWTO hingga terbentuknya Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC).

Bahkan pemerintah juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan, yakni melalui Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Anggota ISTC David Makes mengatakan, pariwisata berkelanjutan akan menjadi peluang yang sangat besar ke depan, terutama pascapandemi Covid-19.

“Karena selain menjadi kebutuhan wisatawan dari sisi investasi juga tidak terlalu besar,” ujar David dalam keterangan tertulis Kemenparekraf, Selasa (5/5/2020).

Ia mencontohkan, sungai-sungai di Venesia, Italia, yang biasanya dasar aliran sungai tidak pernah terlihat, namun kini menjadi sangat bening dan banyak ikan bahkan lumba-lumba yang masuk ke dalam area Venesia.

“Inilah yang harus dikapitalisasi ke depan,” tuturnya.

Jadi tanpa harus melakukan reinvestment secara besar-besaran tapi mengkapitalisasi yang sudah ada di sekitar destinasi namun dengan sedikit sentuhan berkelanjutan maka bisa melahirkan pariwisata baru, baik sebagai destinasi maupun sebagai sebuah produk pariwisata.

“Namun dibutuhkan pemimpin untuk dapat melahirkan yang kita sebut ‘new normal’ pariwisata,” kata dia.

Tak hanya ISTC, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga sependapat, bahwa arah kebijakan pembangunan berkelanjutan menjadi peluang besar dalam menyambut pariwisata pascapandemi.

Dia mengaku, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah siap dan memiliki program recovery pariwisata yang salah satunya dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan.

“Tinggal bagaimana konsistensi daerah membuat regulasi. Misalnya kami membuat Perdes bagaimana sawah tidak boleh dibangun, kemudian di sekitar bandara juga tidak boleh dibangun dan seterusnya,” kata Azwar. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.