Selasa, 30 November 21

Para Pelajar Evakuasi Korban Longsor Purworejo

Para Pelajar Evakuasi Korban Longsor Purworejo
* Para siswa berusaha mendaki bekas longsoran

Semarang, Obsessionnews ­­– Raut muka Adi Sholeh (17) seketika berkenyit melihat hamparan luas tanah berwarna merah coklat menutupi atap-atap rumah warga. Tangis dan jeritan berusaha keras ia hiraukan, walau hati kecilnya ikut merinding menyaksikan hasil amukan alam yang menerpa Kabupaten Purworejo, Minggu (19/6/2016) pagi. Dalam pikirannya cuma ada satu hal, segera lakukan evakuasi seperti diperintahkan.

Adi bersama 10 kawannya memang ditugaskan sebagai tim evakuasi warga di Desa Caok, salah satu lokasi terparah bencana longsor di Purworejo. Para remaja tanggung ini merupakan tim dari SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo (SMK PN/PN 2 Purworejo) yang terjun ke lokasi pada hari pertama. Medan penuh lumpur menjadi rintangan bagi mereka saat berusaha mencapai tempat bencana.

“Setibanya kami di lokasi, banyak warga yang selamat dievakuasi langsung menuju rumah sakit terdekat. Sedangkan sebagian lain menangis dan diam karena shock,” kata dia kepada obsessionnews.com, Rabu (21/6/2016).

Tanpa pikir panjang, Adi dan teman-temannya langsung berbagi tugas. Timnya terdiri dari delapan laki-laki dan dua orang perempuan. Para siswi ditugaskan bekerja di dapur umum sedangkan sisanya membantu tim SAR gabungan mencari korban yang masih tertimbun tanah.

Ia pun sempat bergidik melihat mayat-mayat bergelimpangan. Meski evakuasi kali ini merupakan penerjunannya kali keempat di lapangan selama menjadi anggota Pecinta Alam Indonesia (Cintaldo), Adi terkadang masih merasa ngeri mengangkat jenazah dari dalam tanah.

“Sangat kaget. Biasanya liat manusia yang wajar terus liat manusia yang ga berbentuk lagi. Untuk awalnya risih sampai mual. Rasanya mual karena bau dari mayatnya itu. Tapi kalau sekarang sudah biasa,” tuturnya menerawang.

Suasana di Desa Caok pada pagi hari pertama

Banyak kisah tak terlupakan saat melakukan evakuasi di hari pertama. Salah satunya, seorang ibu-ibu yang marah ketika jenazah anggota keluarganya diserahkan. Kala itu, Adi membawa jenazah ke mushola untuk dibersihkan dan dimandikan.

“Terus saya ngomong ke warga ; ‘Bu ini mayat sudah bersih kalau keluarga mau ambil,’ Ibu itu pun menjawab ; ‘Saya sudah tau itu mayatnya udah bersih, masnya kok diem aja, kami sedang berduka’,” papar siswa kelas XI Teknik Permesinan ini.

Ia memaklumi reaksi ibu tersebut karena memang situasi chaos membuat psikologis warga terganggu. Lain lagi cerita ketika warga menemukan salah satu jenazah korban dan mencoba mengevakuasi sendiri mayat itu. Karena penanganan yang kurang baik, lengan jenazah pun patah menjadi tiga.

“Penanganan jenazah itu ada caranya sendiri, mulai dari kaki terus tangan terus kantong jenazah itu kan ada tempat pegangan, terus waktu ngangkat jenazah ga boleh nggasruk (menyerempet) ke tanah karena kasihan jadi harus diangkat ke atas,” jelasnya.

Total jenazah di hari pertama yang berhasil mereka evakuasi ada 9 mayat. Seluruh mayat ditemukan di Desa Caok. Kemudian di hari kedua, para pelajar ini menemukan 6 mayat di Desa Donorati. Akan tetapi, pada penerjunan kedua, ia dibantu oleh personil tambahan menjadi 30 orang pelajar.

Murid melakukan evakuasi mayat
Murid melakukan evakuasi mayat

Sementara Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMK PN/PN 2 Purworejo, Isman Nugroho menambahkan, para murid di sekolahnya memang diberi pembekalan terkait pengetahuan Search and Rescue serta pertolongan pertama gawat darurat dalam kesehariannya.

“Latihan kami mungkin kaya militer. Biasanya kami minta bantuan pelatih baik dari Kodim 0708 maupun Batalyon 412 atau kami latih sendiri,” jelas Isman saat dihubungi terpisah.

Selama evakuasi, para murid ditugaskan hingga malam,bahkan dini hari untuk membantu petugas, baik dalam penyelamatan, pencarian korban dan membantu menyiapkan makanan di tenda pengungsian.

“Kami hanya berbekal kemauan dan kepedulian mas. Disana kami bisa mengevakuasi 4 rumah. Pulang sekitar pukul dua pagi,” tambahnya
.
Lebih lanjut, para pelajar ini rencananya akan terus ditugaskan, baik pada hari ini maupun seterusnya, sampai masa tanggap darurat di Kabupaten Purworejo dinyatakan selesai. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.