Minggu, 25 September 22

Panglima TNI Datangi Ketua DPD Bahas Aksi 11 April, LaNyalla: Mahasiswa Tak Bisa Dibendung

Panglima TNI Datangi Ketua DPD Bahas Aksi 11 April, LaNyalla: Mahasiswa Tak Bisa Dibendung
* Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendatangi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di rumah inas Ketua DPD RI, Jakarta, Sabtu (9/4/2022). (Foto: FB DPD RI)

Jakarta, obsessionnews.com – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendatangi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di rumah inas Ketua DPD RI, Jakarta, Sabtu (9/4/2022).

 

Baca juga: 

Presiden Jokowi Lantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI

LaNyalla Ajak Kepala Desa Bangkitkan Ekonomi Warga Lewat Momen Ramadan

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Greenwave Environmental Care Competition

 

 

Kedua tokoh tersebut membahas dinamika yang terjadi belakangan ini. Terutama aksi-aksi mahasiswa di beberapa kota, termasuk rencana aksi besar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia yang akan digelar pada 11 April nanti.

Jenderal Andika menyatakan dukungan terhadap pernyataan Ketua DPD RI agar aparat keamanan tidak represif dalam menghadapi aksi mahasiswa.

“Kami berterima kasih sudah diingatkan oleh Ketua DPD RI. Memang pasukan kami sudah di-BKO ke Polda dan Polres untuk antisipasi aksi. Tetapi kami tegaskan bahwa TNI dan seluruh jajaran tetap disiplin, sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya,” katanya.

Menurut Andika, demonstrasi merupakan hak politik yakni hak berpendapat yang dijamin Konstitusi dan dilindungi Undang-undang.

“Namun jangan sampai merusak fasilitas umum dan infrastruktur yang ada, karena yang rugi kita semua. Suara rakyat pasti didengar oleh pemerintah. Termasuk suara dari Pak Ketua DPD RI yang merupakan tokoh di negeri ini,” ujarnya.

Sebelumnya LaNyalla sudah menjelaskan, bahwa aspirasi mahasiswa merupakan arus yang tidak bisa dibendung. Enam tuntutan yang disampaikan mahasiswa adalah suara rakyat kebanyakan.

“Adik-adik mahasiswa ini sebagai saluran dari suara rakyat. Itu harus dihargai dan diterima dengan baik,” ujar LaNyalla.

Oleh karena itu LaNyalla mengingatkan kepada aparat keamanan agar kebebasan berpendapat itu harus difasilitasi dengan baik.

“Saya sudah telepon langsung Kapolri, saya minta agar kepolisian, jangan represif terhadap aksi demonstrasi penyampaian pendapat dan sikap,” tegas senator asal Jawa Timur itu.

Terkait suara-suara yang minta agar Jokowi mundur, LaNyalla dan lembaga DPD RI sudah menyampaikan komitmennya, akan mengawal pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2024.

“Saya dan anggota DPD RI mengawal pemerintahan ini hingga akhir masa jabatan, tahun 2024. Kita taat terhadap konstitusi. Jadi jangan tanyakan komitmen kami soal konstitusi,” paparnya.

Ditambahkan LaNyalla, dia juga menyampaikan ke para mahasiswa melalui siaran persnya, bahwa terkait tuntutan tentang janji kampanye yang belum ditepati, harus kita beri kesempatan sampai 2024. (Rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.